Wagub Jateng Berharap KITB Batang Serap Tenaga Kerja, Picu Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 29 April 2026 | 06.11

Wagub Jateng harap KITB Batang serap tenaga kerja, dorong investasi, pertumbuhan ekonomi, dan jadi kawasan industri berdaya saing global.

BATANG, puskapik.com - Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) diharapkan mampu menciptakan zona industri yang kompetitif dan bisa bersaing di tingkat global.

Sehingga membuka peluang investasi serta menjadi pemicu petumbuhan ekonomi.

Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menyampaikan paparan dalam Kunjungan Kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI di KEK Industroplis Batang, Selasa, 28 April 2026.

Baca Juga: Momen Gus Iqdam dan Dedy Yon Bersama Komunitas Vespa Keliling Kota Tegal

"KITB yang beroperasi sejak tahun 2021, telah memberikan dampak positif mengurangi angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah. Tercatat, terdapat serapan sebesar 18.390 tenaga kerja yang tercakup sebagai pekerja tenant dan pekerja konstruksi pada KEK Industropolis Batang,"kata Wagub.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di KEK akan terus meningkat. Sehingga, menjadi penopang kehidupan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Sambangi UBISA, Bawaslu Kota Tegal Jajaki Kolaborasi Pengawasan Partisipatif

"Kita patut bersyukur, Provinsi Jawa Tengah, khususnya kota Batang diberikan sebuah tanah yang luar biasa. Sehingga ini menjadi keberkahan kita, juga penopang ekonomi masyarakat Jawa Tengah," urainya.

Gus Yasin juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat, yang telah menyebut KITB bisa menjadi percontohan kawasan industri lain di Indonesia. Karenanya, dia berharap, KITB bisa menjaga 'setting' nya, termasuk kebersihan, dan fasilitas pendukungnya.

Selain itu, dia juga menekankan pembangunan KITB adalah multi sektoral. Termasuk kawasan yang akan dikembangkan untuk pariwisata. Ini sejalan dengan tema RPJMD Jawa Tengah tahunn 2027, tentang pariwisata plus ekonomi syariah.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait