KAI Tutup Perlintasan Liar di Tegal, 6 Orang Tewas dalam Dua Tahun Terakhir

Selasa, 19 Mei 2026 | 18.57
Petugas KAI Daop 5 menutup perlintasan sebidang liar di KM 28+1/2 antara Stasiun Slawi dan Stasiun Prupuk, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.(FOTO DOK)
Petugas KAI Daop 5 menutup perlintasan sebidang liar di KM 28+1/2 antara Stasiun Slawi dan Stasiun Prupuk, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.(FOTO DOK)

KAI Daop 5 menutup perlintasan liar di Balapulang, Tegal. Dalam dua tahun terakhir, 14 orang jadi korban kecelakaan, enam di antaranya meninggal dunia.

PURWOKERTO, puskapik.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto menutup perlintasan sebidang liar di KM 28+1/2 antara Stasiun Slawi dan Stasiun Prupuk, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 19 Mei 2026.

Penutupan ini bukan sekadar tindakan administratif. Tapi untuk keamanan dan keselamatan. KAI Daop 5 mencatat, sejak 2024 hingga Mei 2026, sudah 14 orang menjadi korban di perlintasan sebidang wilayah ini. Enam di antaranya meninggal dunia.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, menjelaskan perlintasan liar sangat rawan mengingat tingginya intensitas perjalanan kereta.

Baca Juga: Tiga SD di Bumiayu Dibobol Maling dalam Tiga Pekan, Sekolah Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

"Dalam satu hari terdapat sekitar 132 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 5 Purwokerto dengan rata-rata headway kereta melintas 12–14 menit sekali," kata As'ad.

Dengan frekuensi setinggi itu, perlintasan tanpa palang resmi dan petugas jaga praktis berubah menjadi titik berbahaya yang mengintai pengguna jalan setiap saat.

Rincian data korban yang dirilis KAI mencatat sepanjang 2024–2025, ada 9 kejadian dengan 6 orang meninggal dunia, 8 luka-luka.

Baca Juga: Anggota DPR RI, Rofik Hananto Gelar Makan Gratis 1.000 Porsi/ Hari Selama Dzulhijjah di Purbalingga

Kemudian Januari–Mei 2026, ada 5 insiden, 3 meninggal dunia, 3 luka-luka

Tren ini mendorong KAI Daop 5 mempercepat program penutupan. Selain titik di Balapulang yang ditutup hari ini, lima perlintasan liar lainnya di wilayah Daop 5 sudah masuk daftar dan akan segera menyusul ditutup.

KAI secara tegas mengingatkan warga sekitar jalur rel agar tidak membuka ulang atau membuat perlintasan ilegal baru setelah penutupan dilakukan.

"KAI terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas dan ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api, karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama," tegas As'ad. **

Artikel Terkait