Wagub Taj Yasin Ajak Syarikat Islam Perkuat Ekonomi Rakyat

Kamis, 18 Juni 2026 | 15.02
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen

Wagub Jateng Taj Yasin mengajak Syarikat Islam memperkuat ekonomi kerakyatan dan UMKM agar menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi umat hingga tingkat akar.

SEMARANG, puskapik.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak kepada organisasi keagamaan Syarikat Islam (SI) di wilayahnya untuk memperkuat ekonomi rakyat.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara pelantikan pengurus SI Jawa Tengah, di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis, 26 Juni 2026.

Sebab, menurut Taj Yasin, kekuatan Syarikat Islam sejak awal tidak hanya terletak pada gerakan dakwah dan pendidikan, tetapi juga pada kemampuannya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Warga Pegulon Kendal Ditemukan Meninggal di Alun-alun, Diduga Akibat Sakit

Karena itu, pengurus baru SI di Jawa Tengah diharapkan mampu menerjemahkan warisan perjuangan tersebut dalam program-program konkret yang menyentuh pelaku usaha kecil dan ekonomi kerakyatan.

"Perjuangan ekonomi ini sangat luar biasa, terutama ekonomi kerakyatan, UMKM, dan usaha menengah. Karena ekonomi kerakyatan inilah yang menopang berdirinya Negara Republik Indonesia dengan kuat," kata dia.

Ia mengingatkan, dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, para pejuang tidak hanya mengandalkan strategi dan kekuatan fisik.

Baca Juga: Bimtek Operator Data Desa se-Kabupaten Tegal, Minimalisir Inclusion Error Maupun Exclusion Error

Di belakang mereka, ada masyarakat dan para pelaku usaha yang menyuplai kebutuhan logistik serta menopang roda perjuangan.

"Salah satu kekuatan saat itu adalah Syarikat Dagang Islam. Ini menunjukkan bahwa ekonomi rakyat memiliki peran sangat besar dalam perjalanan bangsa," ujarnya.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin, semangat itu masih relevan hingga saat ini. Organisasi seperti SI dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat usaha kecil, memperluas pemberdayaan ekonomi umat, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dibutuhkan kolaborasi dengan organisasi yang memiliki akar kuat di masyarakat, termasuk SI.

"Kami tidak mungkin membangun Jawa Tengah sendirian. Kami membutuhkan organisasi yang dekat dengan masyarakat. Syarikat Islam sudah mengakar sampai daerah-daerah," katanya.

Senada dengan itu, Presiden Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menegaskan bahwa kebangkitan ekonomi rakyat menjadi fokus utama gerakan SI saat ini.

Menurut Hamdan, sejak beberapa tahun terakhir SI telah menetapkan arah perjuangan pada penguatan "dakwah ekonomi", yaitu menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait