Warga Terdampak Tanah Gerak Sirampog Berharap Segera Dibangun Huntara, Wagub Jateng: Lahan Sudah Ada, Proses Dipercepat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12.35
puskapik

Pemprov Jateng percepat pembangunan huntara bagi warga terdampak tanah gerak Sirampog. Lahan tersedia warga berharap segera direalisasikan.

BREBES, puskapik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, saat mengunjungi lokasi pengungsian korban terdampak tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jumat, 27 Maret 2026.

Gus Yasin, sapaan akrabnya memberikan apresiasi kepada pihak yang membantu warga terdampak bencana.

Baca Juga: Sabtu Minggu Puncak Arus Balik Gelombang Kedua, Ini Kesiapan Polres Brebes

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Yasin mengatakan, huntara saat ini sedang dalam proses, karena menyangkut lahan yang akan dipergunakan sebagai lokasi adalah milik Perhutani.

Tanah Perhutani, kata dia, siap dipergunakan. Namun, harus hati-hati dengan tidak melakukan penebangan pohon.

"Kami akan sangat berhati-hati, sehingga lokasinya nanti akan disurvey, dan dilihat supaya tidak membahayakan lingkungan. Mari kita jaga bersama," katanya.

Baca Juga: 4.181 Pemudik Jateng Sabtu Pagi Serentak Balik ke Jakarta dan Bandung dengan Bus Gratis

Sementara itu, warga terdampak bencana berharap agar huntara segera dibangun.

Mereka sudah dua bulan berada di lokasi pengungsian Ponpes Bahrul Quran, sejak bencana tanah gerak terjadi pada akhir Januari 2026 silam.

Harapan itu disampaikan langsung Ketua Pokmas Asro, dan sejumlah warga saat bertemu Taj Yasin yang berkunjung ke lokasi pengungsian, Jumat, 27 Maret 2026.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Ponpes Bahrul Quran yang bersedia menyediakan fasilitas sementara untuk tempat beristirahat. Harapannya, pembangunan huntara bisa dipercepat," kata Asro.

Warga lainnya, Masripah, juga berharap segera dibangun huntara. Terlebih, tempat tinggal asalnya sudah tidak bisa lagi ditempati.

Meskipun saat ini berada di lokasi aman, Masripah mengaku tidak enak dengan pihak Ponpes Bahrul Quran.

"Kasihan anak-anak jadi terganggu proses belajar santrinya," ujarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait