Cara Rasulullah Berbuka Puasa dengan Kurma, Dicampur Mentimun dan Garam

Rasulullah SAW berbuka dengan kurma, dicampur mentimun dan garam untuk seimbangkan rasa panas-dingin, sesuai sunah Nabi Muhammad.
SLAWI, puskapik.com - Sebagian orang muslim berbuka puasa dengan kurma, karena mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Namun, cara Rasulullah berbuka puasa dengan kurma, sangat menarik. Mungkin cara ini belum banyak diketahui oleh orang muslim.
Buah kurma jadi buruan umat muslim saat bulan Ramadan. Kurma dengan berbagai jenis, laris manis. Hampir umat muslim di dunia, menjadikan kurma sebagai makanan untuk berbuka puasa.
Baca Juga: Tips Mudah dan Praktis, Bikin Es Campur Cocopandan yang Cocok untuk Takjil
Berikut adalah beberapa jenis kurma yang populer dan ciri khasnya:
1. Kurma Ajwa (Kurma Nabi): Berwarna hitam pekat, ukuran kecil, tekstur lembut, dan manis karamel. Populer sebagai kurma premium.
2. Kurma Sukari (Kurma Raja): Berwarna coklat terang, berukuran besar, tekstur sangat lembut dan basah, serta rasanya sangat manis seperti madu.
3. Kurma Medjool: Berukuran besar, berdaging tebal, berserat, dan sering dijuluki "Raja Kurma" karena kualitas premiumnya.
4. Kurma Safawi: Berwarna hitam keunguan, bertekstur kenyal dan lembut, rasanya manis kuat.
5. Kurma Khalas: Berwarna coklat keemasan, tekstur lengket, dan rasa manis yang seimbang.
6. Kurma Deglet Noor: Berasal dari Tunisia/Aljazair, berukuran sedang, bertekstur agak kering, dan manisnya tidak terlalu kuat.
7. Kurma Barhi: Bertekstur sangat lembut dan juicy, sering dimakan saat segar (kuning).
8. Kurma Ruthob: Kurma muda yang masih basah, memiliki kandungan air tinggi dan tekstur lembut
Dilansir dari Republik, kurma merupakan buah yang disukai Nabi Muhammad SAW. Pohonnya yang masuk sebagai kategori pohon palm dan sering ditemukan di daerah tanah yang kering. Nabi Muhammad SAW suka memakan buah tersebut karena memiliki manfaat besar.
Rasulullah SAW sangat menyukai buah kurma, bahkan sampai menjadikannya makanan pertama yang sering dikonsumsi setelah berpuasa. Nabi Muhammad SAW suka memakan buah kurma dengan garam dan al-qatsa, yaitu buah sejenis dengan mentimun. Kesukaan Rasulullah ini, diperoleh dari Imam Al-Ghazali, dari bukunya yang berjudul Mutiara Ihya Ulumuddin.
Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga sering mengonsumsi buah kurma dengan cara mencampurkannya dengan susu. Minuman ini dinamakan dengan al-athyabain yang memiliki arti dua yang paling baik. Dalam beberapa hadits dikatakan, " Nabi Muhammad SAW memakan buah semangka dengan kurma dan memakan mentimun dengan garam."
Nabi Muhammad SAW mencampur buah kurma dan mentimun dengan tujuan agar rasa panas yang terkandung dalam kurma dapat menyeimbangkan rasa dingin dan basah yang ada di mentimun, hal ini karena mentimun agak sulit untuk dicerna di lambung, dingin dan terkadang berbahaya.
Selain itu, Rasulullah SAW juga gemar untuk mencampurkan buah-buah favoritnya sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Sahal bin Sa'ad As-Sa'idi yang berkata, "Rasulullah memakan buah semangka dengan kurma." Dalam Hadits Riwayat Ibnu Hibban dan Az-Zubaidi juga disebutkan, Abdullah bin Ja'far juga pernah menyebutkan hal serupa, "Saya melihat Rasulullah memakan buah semangka dengan kurma." Dikonfirmasi juga dalam Hadits Riwayat Al-BaihaqiDari, dari Aisyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW gemar mencampur buah semangka dengan kurma.
Cara makan Nabi Muhammad SAW mencampurkan buah-buahan yang disukainya juga dijelaskan pada Hadits Riwayat At-Tirmidzi, Anas bin Malik RA berkata, "Rasulullah makan buah kurma dengan tangan kanan, sedangkan semangka di tangan kirinya. Beliau makan kurma dicampur dengan semangka. Dan itulah buah-buahan yang paling disukai Rasulullah." **



