Sate Loso, Warisan Kuliner Pemalang yang Bertahan Sejak 1946

Minggu, 8 Februari 2026 | 21.28
Sate loso
Sate loso

Sate Loso, kuliner legendaris Pemalang sejak 1946, tetap bertahan dengan resep turun-temurun dan cita rasa khas yang digemari lintas generasi.

PEMALANG, puskapik.com – Sate Loso menjadi salah satu kuliner khas Kabupaten Pemalang yang hingga kini masih bertahan dan diminati masyarakat.

Hidangan sate legendaris ini dikenal dengan cita rasa khas yang telah diwariskan lintas generasi sejak puluhan tahun lalu.

Kelezatan sate khas Pemalang ini terus menggoda selera para penikmat kuliner, salah satu warung generasinya yakni Sate Loso Pak No Putri.

Baca Juga: Bupati Tegal Dukung Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat

Lokasinya tak jauh dari Alun-alun Pemalang, tepatnya di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 327, Kelurahan Pelutan, Pemalang, Kabupaten Pemalang.

Warung tersebut dikelola oleh Nana, generasi keempat penerus usaha keluarga Sate Loso.

Usaha kuliner ini diketahui telah dirintis sejak tahun 1946 dan terus mempertahankan resep serta cara pengolahan tradisional.

Baca Juga: Sehari Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Maiyah Pejagan Brebes Ditemukan Tewas

"Nama Sate Loso ini diambil dari nama kakek buyut kami, Mbah Loso. Saya berarti generasi ke-empat." tutur Nana, sambil membolak-balikan sate di atas bara.

Konsistensi dalam menjaga resep dan kualitas bahan menjadi kunci utama kelanggengan usaha itu. Keistimewaan lainnya terletak pada pemilihan daging.

Hanya bagian tertentu dari daging sapi yang dipilih untuk bahan Sate Loso karena dinilai paling empuk dan sesuai dengan karakter sate loso.

Baca Juga: Warga Bangun Jembatan Darurat Akses Desa Semingkir - Watukumpul Pemalang

"Dulu mbah pakainya daging kerbau, sekarang pakai daging sapi. Dagingnya khusus, bagian dalam yang enak." terang Nana kepada puskapik.com.

Selain daging, racikan bumbu rempah juga menjadi pembeda Sate Loso dengan sate lain. Bumbu khasnya meresap hingga ke serat daging yang menjadikannya gurih.

Sajian Sate Loso dilengkapi sambal kacang yang dibuat dari campuran lombok, kacang, dan gula. Sambal ini pun memiliki cita rasa yang khas.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait