Padi Biosalin Sukses Ditanam di Pesisir Batang, Hasil Inovasi BRIN Jawab Persoalan Abrasi

Pemkab Batang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementan, serta PT PGN sukses menggelar panen raya padi varietas Biosalin di lahan pesisir
BATANG, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pertanian, serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sukses menggelar panen raya padi varietas Biosalin di lahan pesisir terdampak abrasi dan intrusi air laut.
Langkah ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman perubahan iklim sekaligus memanfaatkan lahan terdegradasi menjadi lahan produktif.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya keterpaduan langkah adaptasi dan mitigasi di kawasan pesisir.
Baca Juga: Kisah Anak 8 Tahun Tanpa Identitas, Korban Kekerasan di Kota Tegal
Menurut Hanif Faisol, pengembangan teknologi seperti padi varietas Biosalin dan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar (Petasol) oleh BRIN bersama PGN harus benar-benar menyasar komunitas yang tepat agar memberi manfaat nyata dan berkelanjutan.
Mengurangi Sampah Plastik
"Jika masalah lingkungan sudah di depan mata, tidak ada lagi tawar-menawar. Inovasi seperti ini adalah solusi konkret untuk mengurangi sampah plastik laut sekaligus menjawab kebutuhan BBM non-subsidi untuk alat berat operasional," tegas Hanif Faisol.
Ia juga menyoroti pentingnya peran riset BRIN dalam mengawal proyek strategis nasional seperti ketahanan pangan dan pengembangan food estate.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni Wiyanto menekankan bahwa riset-riset yang dilakukan oleh BRIN tidak boleh hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus diimbangi rasa empati tinggi agar dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, melaporkan bahwa dari penanaman seluas 25 hektare tiga bulan lalu di kawasan pesisir yang dulunya mangkrak akibat luapan air asin, panen padi Biosalin ini berhasil mencatatkan produktivitas tinggi hingga 6–7 ton per hektare.
"Kami optimis target perluasan hingga 400 hektare dapat terealisasi ke depan. Sektor pertanian dan perikanan menyumbang hampir 20 persen terhadap perekonomian Kabupaten Batang, yang pada triwulan II tahun 2026 ini berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,29 persen (year-on-year)," terang M. Faiz Kurniawan.
Baca Juga: Pendampingan Korban Kekerasan Seksual di Kota Tegal Ditekankan Berkeadilan
Kehadiran jajaran kementerian dan lembaga pusat di Batang ini disambut hangat oleh Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan dan para petani setempat.
Mereka menilai kolaborasi ini sebagai bentuk kehadiran nyata negara untuk memberi semangat baru bagi para petani sebagai garda terdepan swasembada pangan nasional.***