Godaan Kuasa dan Legitimasi (Kekerasan) Simbolik

Ruang publik Tegal jadi arena kirab PSI, menghadirkan simbol kuasa dan legitimasi; netralitas negara dipertanyakan di tengah mobilisasi birokrasi.
Setiap Minggu pagi, udara serasa lebih lapang karena beberapa ruang di perkotaan tidak lagi dikuasai oleh deru kendaraan.
Pusat-pusat maupun jalanan di beberapa kota berubah wajah menjadi hari bebas kendaraan bermotor.
Sebuah agenda rutin ritual kaum urban sebagai ruang pertemuan warga, area olahraga, santap pagi hingga ekspresi komunitas.
Pagi itu, sepanjang Jalan Pancasila hingga alun-alun Kota Tegal, suasananya berbeda dari biasanya.
Baca Juga: Tips Berpuasa Aman untuk Ibu Hamil : Menjaga Kesehatan Ibu dan Janin
Massa berjalan beriringan membawa atribut partai berlambang gajah disertai irama drum band yang memecah suasana pagi.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menggelar kirab budaya bertepatan dengan car free day, Minggu (14/2/26).
Di tengah jalanan yang biasanya lengang dari kendaraan, arak-arakan kirab justru menghadirkan kendaraan berupa mobil hias berbentuk kapal dengan ornamen replika seekor gajah.
Dari atas singgasana itu, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep beserta para pendamping berdiri sambil melambaikan tangan, menyapa warga yang berjejer di tepi jalan.
Beberapa barisan di belakangnya, rombongan Presiden ke-7, Joko Widodo, turut melintas dengan kemeja dan topi putih dipadu celana hitam.


