Posisi Sulit Fresh Graduate saat Hadapi Lowongan Entry Level Dunia Kerja

Rabu, 10 Juni 2026 | 15.55
Brigitta Putri Nariswari
Brigitta Putri Nariswari

Fresh Graduate menghadapi lowongan entry level yang mensyaratkan pengalaman kerja, kemampuan multitasking, sertifikasi tambahan, dan penguasaan bahasa asing.

Penulis : Brigitta Putri Nariswari

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip Semarang

puskapik.com - Memasuki dunia kerja seharusnya menjadi langkah awal bagi fresh graduate untuk berkembang dan membangun karier.

Namun, banyak lulusan baru justru menghadapi lowongan entry level yang tetap mensyaratkan pengalaman satu hingga dua tahun, kemampuan multitasking, sertifikasi tambahan, hingga penguasaan bahasa asing.

Padahal, fresh graduate umumnya masih berada pada tahap awal untuk memperoleh pengalaman profesional.

Baca Juga: DLH Tegal Andalkan Gropyokan Sampah, 210 Penggerak Sudah Dilatih

Karena itu, tuntutan yang terlalu tinggi pada posisi entry level menjadi persoalan karena membatasi kesempatan lulusan baru untuk masuk ke dunia kerja.

Masalah ini penting karena berkaitan dengan SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai lebih dari 7,2 juta orang pada Februari, dengan lulusan universitas menyumbang sekitar 1 juta orang.

Data ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi belum sepenuhnya menjamin kemudahan memperoleh pekerjaan.

Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, fresh graduate berada dalam posisi sulit: mereka membutuhkan pekerjaan untuk memperoleh pengalaman, tetapi sulit diterima karena dianggap belum cukup berpengalaman.

Klaim utama dalam persoalan ini adalah bahwa perusahaan perlu menyesuaikan kembali makna entry-level. Jika sebuah posisi ditujukan untuk pemula, maka syaratnya tidak

seharusnya disamakan dengan pekerja berpengalaman.

Pengalaman magang, organisasi, proyek kampus, dan freelance tetap perlu dihargai sebagai bukti awal kemampuan belajar, bekerja sama, beradaptasi, dan bertanggung jawab.

Perusahaan juga sebaiknya tidak hanya menilai kandidat dari lamanya pengalaman kerja, tetapi dari potensi, keterampilan dasar, dan kesiapan untuk dilatih.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait