DLH Tegal Andalkan Gropyokan Sampah, 210 Penggerak Sudah Dilatih

Rabu, 10 Juni 2026 | 15.46
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menerima secara simbolis dukungan dari Bank Jateng, untuk program Gropyokan Nangani Lan Mberesi Sampah, Rabu 10 Juni 2026.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menerima secara simbolis dukungan dari Bank Jateng, untuk program Gropyokan Nangani Lan Mberesi Sampah, Rabu 10 Juni 2026.

DLH Kota Tegal mengandalkan gerakan Gropyokan Nangani lan Mberesi Sampah untuk mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

TEGAL, puskapik.com - Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, mengandalkan gerakan Gropyokan Nangani lan Mberesi Sampah, sebagai ujung tombak pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Program itu mengemuka dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Alun-alun Kota Tegal, Rabu 10 Juni 2025.

Plt Kepala DLH Kota Tegal, Yuli Prasetiya mengatakan, peringatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong aksi nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga: Pasokan Pangan Diperkuat, Harga Bahan Pokok di Jateng Tetap Terkendali

"Ini momentum strategis untuk menggerakkan partisipasi masyarakat agar melakukan aksi nyata terhadap lingkungan, iklim, dan pembangunan berkelanjutan," ujar Yuli.

Yuli menjelaskan, sejak dicanangkan pada 30 April 2025, sebanyak 210 penggerak perubahan telah dilatih.

Mereka dibekali kemampuan komunikasi efektif serta praktik pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga.

Baca Juga: Bupati Tegal Tegaskan Integritas Harus Jadi Budaya Kerja, Bukan Sekadar Formalitas

Tak hanya itu, program tersebut sudah diluncurkan di 26 dari 27 kelurahan di Kota Tegal.

"Antusiasme luar biasa. Para orang tua asuh, mulai kepala OPD, kepala sekolah, hingga lurah, aktif mengedukasi masyarakat untuk pilah dan olah sampah," kata Yuli.

Menurut Yuli, peran pelajar juga sangat besar. Ribuan komposter hasil karya siswa telah didistribusikan ke masyarakat sebagai solusi pengolahan sampah organik.

"Ke depan kami dorong pembuatan komposter masuk kegiatan masa orientasi siswa agar semakin meluas," ucap Yuli.

Meski demikian, Yuli mengakui masih ada tantangan, terutama belum optimalnya praktik komposting di kalangan ASN.

"Kalau ASN sudah memberi contoh, budaya peduli lingkungan akan semakin kuat," tegas Yuli.

DLH juga akan melakukan monitoring dan evaluasi pada 18 Juni 2026 untuk memastikan program berjalan sesuai rencana serta menghitung efektivitasnya pada Oktober mendatang.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait