Deklarasi Kencana, BPBD Pekalongan Ungkap 176 Kejadian Bencana

Rabu, 3 Juni 2026 | 17.20
Deklarasi Kencana Pemkab Pekalongan
Deklarasi Kencana Pemkab Pekalongan

Pemkab Pekalongan mendeklarasikan Kencana untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana hingga tingkat kecamatan yang hingga Juni 2026 terdapat 176 kejadian

PEKALONGAN, puskapik.com - Pemkab Pekalongan mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana atau Kencana Tahun 2026 di Aula Lantai I Setda, Rabu 3 Juni 2026

Deklarasi Kencana untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana hingga tingkat kecamatan.

Sekda Yulian Akbar yang hadir mewakili Plt. Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, deklarasi ini merupakan langkah substansial yang harus memberikan dampak nyata bagi Masyarakat.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Diminta Permudah Pembiayaan UMKM

Sekda Yulian meminta para camat memastikan adanya perbedaan kualitas penanganan bencana sebelum dan sesudah deklarasi (before-after).

"Kita tidak ingin ini hanya menjadi deklarasi seremonial belaka. Yang paling penting setelah Deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana ini adalah pembuktian di lapangan,"tegasnya.

Sekda Yulian menilai langkah strategis ini sangat relevan mengingat Kabupaten Pekalongan memiliki indeks kebencanaan yang cukup tinggi, khususnya hidrometeorologi.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pekalongan, sepanjang tahun 2026 berjalan hingga bulan Juni ini, telah tercatat sebanyak 176 kejadian bencana alam mulai rawan tanah longsor hingga wilayah pesisir yang menghadapi banjir rob.

Menurut Sekda Yulian, sebagai inspirasi Pemkab Pekalongan akan menjadikan aksi tanggap darurat Kecamatan Petungkriyono pada Januari 2025 lalu sebagai role model keberhasilan penanganan mandiri di tingkat wilayah.

Selain itu, ke depan Pemkab Pekalongan juga berkomitmen untuk mereplikasi keberhasilan daerah lain dalam memperbanyak jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana), yang saat ini baru berjumlah 18 desa di Kabupaten Pekalongan.

Lebih lanjut, untuk menghadapi tantangan fiskal daerah pada tahun anggaran 2027 yang diprediksi cukup ketat, Sekda meminta seluruh Camat untuk cermat dan fokus dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) 2027.

Adapun Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggungjawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh pihak.

Baca Juga: Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik

"Melalui kegiatan ini, kita juga melakukan penguatan kecamatan untuk merespons penanganan bencana di wilayahnya agar penanganan bisa berjalan cepat, tepat, dan terpadu,"tandasnya.***

Artikel Terkait