Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik

Rabu, 3 Juni 2026 | 16.02
puskapik

Gus Yasin tekankan chemistry pengusaha dan serikat pekerja jadi kunci utama hadapi tekanan geopolitik dan jaga iklim usaha Jateng.

SEMARANG, puskapik.com - Chemistry yang terbangun antara pengusaha dan serikat pekerja, menjadi faktor utama dalam menjaga kondusivitas iklim usaha di Jawa Tengah. Terlebih, saat ini industri dihadapkan pada tantangan geopolitik.

Hal itu mengemuka pada Pelantikan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Jawa Tengah Periode 2026 - 2031,di Hotel Patra Semarang, Rabu, 3 Juni 2026.

"Arahan Bapak Presiden, bahwa kekuatan kita yang harus kita satukan agar ketergantungan kepada dunia luar bisa dikurangi," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, usai memberikan sambutan pada acara tersebut.

Baca Juga: Strength Based BK, Menjadikan Ruang Konseling Sebagai Ruang Tumbuh Siswa

Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan, kebutuhan dunia industri di Jawa Tengah harus bisa ditutup melalui kekuatan sendiri. Sebagaimana situasi sebelum geopolitik memanas. Saat itu, Jawa Tengah sudah menunjukkan pertumbuhan serta peningkatan yang signifikan.

Sehingga, ketertarikan para pengusaha untuk berinvestasi ke Jawa Tengah sangat kuat. Ditambah dengan harapan pasca pelantikan kepengurusan Apindo yang baru.

"Ini menunjukkan bahwa kebersamaan antara pengusaha dan serikat buruh benar-benar kuat. Sehingga (keberadaan) mereka menguatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah," ujarnya.

Kepada pengurus yang baru Gus Yasin berharap Apindo dapat menciptakan stabilitas dan kondustivitas iklim usaha yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.

"Chemistry lebih terbangun lagi antara pengusaha dengan para karyawan. Itu yang paling utama," tandasnya.

Baca Juga: Bupati Ischak Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter Pertama, 2 Haji Asal Tegal Meninggal Dunia

Dalam sambutannya, Gus Yasin mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 ada di angka 5,89%. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional.

Dukungan terbesar adalah dari manufaktur. Gus Yasin berharap industri manufaktur dapat menggenjot padat karya, di tengah situasi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja.

"Sehingga yang perlu dikuatkan adalah bagaimana kita mandiri.

Kemampuan kita yang harus kita dorong, termasuk kolaborasi dengan serikat buruh," lanjutnya.

Ketua DPP Apindo Jateng Periode 2026 - 203, Helmi Tas'an Wartono menyampaikan rasa terima kasihnya karena sudah didukung oleh pemeritah. Harapan Apindo saat ini agar pengusaha terus dapat berkoordinasi, berkolaborasi dengan semua pihak, baik pemerintah, pengusaha maupun serikat buruh.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait