Halal Bihalal Muhammadiyah Pekalongan: Persatuan danJanji Pulihkan Kepercayaan Publik

Halal Bihalal Muhammadiyah Pekalongan jadi ajang persatuan, tausiyah Abdul Mu’ti tekankan harmoni sosial, pemerintah janji pulihkan kepercayaan publik.
PEKALONGAN, puskapik.com – Momentum halalbihalal yang digelar Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan tahun ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga panggung konsolidasi persatuan di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan daerah.
Kegiatan yang dikemas dalam pengajian akbar tersebut menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr H Abdul Mu’ti, M.Ed, yang menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga harmoni sosial.
Baca Juga: Lapas Kendal Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif, Warga Binaan Dilibatkan
Dalam tausiyahnya, Abdul Mu’ti mengupas makna ungkapan “minal aidin wal faizin” yang menurutnya berasal dari tradisi sastra era Andalusia. Ungkapan tersebut, kata dia, bukan sekadar ucapan, melainkan doa agar manusia kembali pada fitrah dan meraih kemenangan setelah menjalani proses spiritual.
Ia juga menyoroti kekhasan tradisi Islam di Indonesia yang mampu berakulturasi dengan budaya lokal, salah satunya melalui ungkapan “mohon maaf lahir dan batin” serta tradisi halalbihalal.
Baca Juga: TBC dan Stunting di Kendal Masih Tinggi, Sosialisasi GERMAS Digencarkan
“Halalbihalal ini memang tidak ditemukan secara literal dalam ajaran klasik, tetapi esensinya sangat kuat, yaitu saling memaafkan dan memperbaiki hubungan. Ini kekuatan sosial kita,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).
Lebih jauh, Mu’ti menegaskan bahwa kerukunan dan persatuan merupakan modal utama bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan, baik sosial maupun politik. Ia mengingatkan agar halalbihalal tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan.
“Di tengah berbagai perbedaan, persatuan adalah kekuatan utama kita,” ujarnya.
Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Abdul Mu’ti dan berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan serta memperkuat solidaritas warga Muhammadiyah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, H Sukirman, secara terbuka menyinggung pentingnya memulihkan kepercayaan publik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Menurutnya, peran Muhammadiyah selama ini sangat signifikan, terutama dalam membantu pemerintah di sektor pendidikan dan kesehatan.
“Lebih dari separuh persoalan di dua sektor ini terbantu oleh Muhammadiyah,” ungkapnya.
Sukirman juga membeberkan sejumlah capaian daerah, di antaranya penurunan angka anak tidak sekolah dan stunting yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Tengah.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah, terutama dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi keluhan utama masyarakat.
Artikel Terkait

Lebih dari 18 Ribu Orang Gunakan KA di Stasiun Pekalongan selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Raperda Cagar Budaya Resmi Disahkan, Pemkab Pekalongan dan DPRD Perkuat Perlindungan Warisan Sejarah

Kompetisi Sepak Bola Pelajar Sinangohprendeng Cup Ditutup, SMK Muhammadiyah Bligo Pekalongan Jadi Kampiun
