Keamanan Digital Jadi Fokus Baru dalam Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Pekalongan

Kamis, 4 Juni 2026 | 18.25
puskapik

Keamanan digital kini menjadi fokus budaya sekolah aman dan nyaman. Siswa didorong bijak berteknologi serta terlindungi dari perundungan siber dan hoaks.

PEKALONGAN, puskapik.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, keamanan digital menjadi salah satu perhatian utama dalam implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 yang mulai disosialisasikan kepada seluruh satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, mengungkapkan bahwa keamanan digital merupakan aspek baru yang mendapat perhatian khusus dalam regulasi tersebut.

Baca Juga: Menuju Eliminasi TB Paru, Biddokkes Polda Jateng Gelar Asistensi di Polres Pekalongan

"Selain memastikan penggunaan teknologi secara produktif, sekolah juga didorong untuk membangun budaya digital yang beretika dan bertanggung jawab,"ucapnya saat dikonfirmasi Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, peserta didik perlu dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak sekaligus memahami berbagai risiko yang dapat muncul di ruang digital, seperti perundungan siber, penyebaran informasi palsu, hingga paparan konten negatif.

“Yang paling penting dan belum banyak digaungkan sebelumnya adalah keadaban dan keamanan digital. Warga sekolah harus memiliki etika dalam menggunakan teknologi digital sekaligus terlindungi dari dampak negatifnya,” terang Mabruri.

Baca Juga: PMI Jateng Pastikan Ketersediaan Kantong Darah di Jateng Aman

Ia menilai kebijakan tersebut sangat relevan dengan berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Oleh karena itu, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bertanggung jawab, dan beretika.

"Melalui penguatan literasi digital, kami berharap peserta didik dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri tanpa mengabaikan aspek keamanan," pungkasnya. **

Artikel Terkait