Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Daniel Faza di Pekalongan, Hasil Autopsi Ungkap Luka Fatal di Leher

Senin, 6 Juli 2026 | 12.39
puskapik

Satreskrim Polres Pekalongan memburu pelaku pembunuhan Daniel Faza. Hasil autopsi memastikan korban tewas akibat luka sayatan di leher, sementara motif masih diselidiki.

PEKALONGAN, puskapik.com – Satreskrim Polres Pekalongan terus memburu pelaku pembunuhan Daniel Faza (20), pemuda asal Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya.

Hasil autopsi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah memastikan korban meninggal dunia akibat luka sayatan benda tajam di bagian leher.

Daniel Faza, yang sehari-hari bekerja sebagai anak buah kapal (ABK), ditemukan meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Baca Juga: Misteri Kematian Pemuda Pekalongan Terkuak, Hasil Autopsi Pastikan Korban Dibunuh

Korban ditemukan dalam posisi terlentang di depan kamar mandi rumah dengan luka serius di bagian leher dan darah berceceran di sekitar tubuhnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pada Sabtu (4/7/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB, kakak korban berinisial SA (29) masih melihat Daniel Faza duduk di teras rumah bersama dua hingga tiga orang temannya sebelum keluar membeli makanan.

Setelah kembali ke rumah, SA masuk ke kamar untuk beristirahat dan baru mengetahui adiknya meninggal dunia keesokan paginya setelah dibangunkan anggota keluarga.

Baca Juga: Pemuda Pekalongan Tewas Mengenaskan di Dalam Rumah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Mengetahui kejadian tersebut, keluarga segera meminta bantuan warga dan melaporkannya ke Polsek Karangdadap.

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Kraton Pekalongan untuk menjalani autopsi.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau yang ditemukan di dekat tubuh korban, telepon genggam, terminal listrik, charger, bungkus rokok, botol minuman, gelas plastik, serta sampel bercak darah untuk kepentingan penyelidikan.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan hasil autopsi mengungkap korban meninggal akibat luka sayatan benda tajam di bagian leher. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa Daniel Faza menjadi korban pembunuhan.

"Seluruh keterangan saksi, termasuk pihak keluarga dan orang-orang yang terakhir bersama korban, masih kami dalami. Kami juga terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa ini," kata AKBP Rachmad C. Yusuf.

Untuk mempercepat pengungkapan kasus, penyidik telah melakukan olah TKP lebih dari satu kali, memeriksa sejumlah saksi, serta mendalami aktivitas korban beberapa jam sebelum ditemukan meninggal dunia.

Polisi juga menelusuri hubungan korban dengan orang-orang yang terakhir diketahui bersama korban pada malam sebelum kejadian.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait