PRK 2026 Pekalongan Resmi Ditutup, Sekda Akbar: Perputaran Uang Tembus Rp 11,5 Miliar

PRK 2026 Kabupaten Pekalongan resmi ditutup. Event ini menarik 130 ribu pengunjung dan mencatat perputaran uang Rp11,5 miliar selama enam hari.
PEKALONGAN, puskapik.com – Pekan Raya Kajen (PRK) Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 resmi ditutup oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan yang dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, Dr. H. Mohammad Yulian Akbar, S.Sos, M.Si di Panggung Utama Pekan Raya Kajen, Alun-Alun Kajen, Minggu (30/8/2026) sore.
Penutupan PRK 2026 tersebut turut dihadiri Perwakilan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, perwakilan DPRD Kabupaten Pekalongan, perwakilan BUMN/BUMD, panitia Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pelaku UMKM, insan pers, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda Akbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan PRK 2026.
Baca Juga: Kisah Lansia Buta Huruf Tak Punya HP di Pekalongan, Bansos Diputus Gegara Terindikasi Judol
Menurutnya, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan tersebut dapat terlaksana dengan baik meskipun pemerintah daerah masih menghadapi situasi efisiensi anggaran.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, atas nama Plt. Bupati, tentu kami menyampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara pada sore hari ini,” ujar Akbar.
PRK 2026 yang mengusung semangat pengembangan UMKM tersebut tercatat mampu menarik sekitar 130.000 pengunjung selama pelaksanaan.
Baca Juga: [Editorial] Tragedi Gedung Hogwan Bumiayu, Potensi Cagar Budaya yang Terabaikan
Jumlah itu meningkat sekitar 4 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Tak hanya dari sisi jumlah pengunjung, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.
Total perputaran uang selama PRK 2026 mencapai Rp. 11,5 miliar, atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun 2025. “Perputaran uang menembus Rp11,5 miliar. Beri aplaus lah! Terima kasih,” kata Akbar.
Akbar menilai capaian tersebut menjadi hal positif, terlebih PRK 2026 diselenggarakan di tengah kondisi efisiensi. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan secara sederhana tetap mampu memberikan hasil yang baik bagi masyarakat dan pelaku usaha. “PRK ini bisa kita laksanakan di tengah situasi kondisi kita yang masih diliputi oleh efisiensi. Saya pikir ini hal yang bagus sudah dilaksanakan meskipun dengan cara sederhana, alhamdulillah output-outcome-nya baik,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Akbar berharap penyelenggaraan PRK ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi Masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen pengin nyenengke warganya. Sekali lagi, komitmen pemerintah ingin melayani warganya dengan lebih baik lagi. Mohon dukungan dari segenap warga Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Akbar berkesempatan menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba dan ajang kreativitas yang digelar dalam rangkaian PRK 2026. Beberapa perlombaan tersebut antara lain lomba hafalan surat pendek kategori SD/MI, Brewing Battle Kopi, lomba mewarnai kategori TK dan kategori SD, Reels Instagram, serta lomba Tari Kreasi Anak kategori TK dan SD.
Selain itu juga diserahkan penghargaan kepada sejumlah stand PRK meliputi stand kategori terunik DKPP Kabupaten Pekalongan, stand Inovatif Kemenag Kabupaten Pekalongan, stand edukatif inspektorat Kabupaten Pekalongan, penghragaan stand kreatif camatan wilayah tengah terdiri dari Karanganyar, Kajen, Kesesi, Karangdadap, Wonopringgo, Buaran, dan Kedungwuni.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra sekaligus Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, dalam laporannya menyampaikan PRK 2026 mengusung tagline “UMKM Maju, Bersatu, dan Berkarya”. Kegiatan tersebut berlangsung selama enam hari, mulai Selasa hingga Minggu, 25–30 Agustus 2026, bertempat di Alun-Alun Kajen.


