Setahun Fadia-Sukirman: Deretan Prestasi & Capaian Pembangunan Pekalongan 2025

Kamis, 26 Februari 2026 | 10.32
Pemkab Pekalongan menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Fadia-Sukirman di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (25/02).
Pemkab Pekalongan menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Fadia-Sukirman di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (25/02).

Pemkab Pekalongan tasyakuran setahun Fadia-Sukirman. Ekonomi tumbuh 6,26%, kemiskinan turun, & raih berbagai prestasi nasional serta inovasi daerah.

PEKALONGAN, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar tasyakuran refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan Sukirman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Rabu (25/02/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung sederhana namun khusyuk itu menjadi momentum pemaparan berbagai capaian pembangunan dan indikator makro daerah sepanjang tahun 2025, sekaligus ajang doa bersama agar kepemimpinan ke depan semakin solid dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Sukirman, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting dengan realisasi sejumlah proyek strategis.

Di sektor kesehatan, penyelesaian RSUD Kraton Tahap II di Wiradesa berhasil dituntaskan dengan anggaran Rp. 42,9 miliar. Dukungan fasilitas kesehatan juga diperkuat melalui pengadaan alat kesehatan RSUD Kajen sebesar Rp. 2,5 miliar, rehabilitasi gedung IGD RSUD Kajen Rp. 1,4 miliar, serta pengadaan alat kesehatan RSUD Kesesi senilai Rp. 2,5 miliar. Selain itu, pembangunan Puskesmas Kedungwuni I dan Kesesi I turut direalisasikan dengan anggaran Rp. 2 miliar.

Baca Juga: Sinergi Pusat-Daerah Akselerasi Target 3 Juta Rumah demi Atasi Backlog Nasional

Di bidang infrastruktur, komitmen pemerataan pembangunan diwujudkan melalui pembangunan Kecamatan Wiradesa Rp. 4,5 miliar, pembangunan Sirkuit Wonopringgo Rp. 2,3 miliar, serta pembangunan Pasar Darurat Kajen senilai Rp. 1,6 miliar.

Penanganan banjir dan penguatan sistem drainase juga menjadi prioritas, antara lain melalui pembangunan stasiun pompa banjir di Desa Pacar Kecamatan Tirto dan Desa Depok Kecamatan Siwalan sebesar Rp. 4,4 miliar, pembangunan sistem drainase Tegaldowo Rp. 800 juta, normalisasi Kali Boro di Kecamatan Bojong Rp. 1,1 miliar, serta pembangunan saluran drainase di Desa Api-Api, Bebel, dan Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto dengan total anggaran Rp. 9 miliar. Sementara itu, anggaran rehabilitasi jalan mencapai Rp. 27 miliar dan rehabilitasi jembatan Rp. 3,8 miliar, sebagai bagian dari upaya mewujudkan infrastruktur yang semakin mantap.

Tak hanya pembangunan fisik, indikator makro daerah juga menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 6,26 persen, meningkat signifikan dibanding tahun 2024 yang berada di angka 5,02 persen.

Tingkat pengangguran terbuka turut menurun dari 3,30 persen pada 2024 menjadi 3,24 persen di 2025, bahkan lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Tengah dan nasional. Angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 8,95 persen di tahun 2024 menjadi 8,05 persen di tahun 2025.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 71,95 pada 2024 menjadi 72,71 di 2025, menempatkan Kabupaten Pekalongan dalam kategori tinggi selama tiga tahun terakhir.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait