Sinergi Pusat-Daerah Akselerasi Target 3 Juta Rumah demi Atasi Backlog Nasional

Pusat & Daerah kolaborasi percepat target 3 juta rumah guna tekan backlog nasional. Jateng sukses tuntaskan 274 ribu unit lewat sinergi lintas sektor.
JAKARTA, puskapik.com – Pemerintah pusat dan para gubernur resmi memperkuat strategi kolaborasi guna mempercepat program 3 juta rumah. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata menekan angka kekurangan hunian (backlog) serta memastikan ketersediaan rumah layak bagi masyarakat kategori miskin dan miskin ekstrem.
Kesepakatan ini dicapai dalam rapat koordinasi di Kemendagri, Jakarta (25/2/2026), yang dihadiri Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait. Dalam forum tersebut, Pj. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa inovasi di tingkat daerah menjadi kunci utama dalam menyediakan hunian bagi masyarakat prasejahtera.
Rakor membahas penguatan kolaborasi lintas sektor guna menekan angka backlog perumahan secara berkelanjutan. Pemerintah pusat menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Raih Penghargaan Nasional, Gubernur Ahmad Luthfi Beberkan Strategi Penuntasan Sampah di Jateng
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah arahan strategis, termasuk penegasan bahwa sektor perumahan menjadi prioritas pembangunan berkelanjutan.
“Ada beberapa arahan dari Mendagri dan Menteri PKP, termasuk pemanfaatan data DTSEN dari BPS sebagai basis intervensi program. Kepala daerah diminta membangun persepsi yang sama dan memperkuat kolaborasi untuk menyelesaikan backlog perumahan,” ujar Boedyo.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin menanggung seluruh pembiayaan sendiri. Karena itu, kepala daerah didorong menghadirkan inovasi dalam penyediaan hunian, mulai dari pembangunan rumah susun, rumah bersubsidi, hingga percepatan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).
Baca Juga: BI Tegal Naikkan Nilai Paket Penukaran Uang Lebaran Jadi Rp 5,3 Juta
Salah satu program yang disorot adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diluncurkan Kementerian PKP di berbagai wilayah. Program tersebut memanfaatkan data terpadu untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi menyampaikan capaian Jawa Tengah sepanjang 2025 yang berhasil menuntaskan 274 ribu unit backlog perumahan. Capaian itu merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, CSR perusahaan, Baznas, serta partisipasi masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan sinergi yang kuat, beban backlog perumahan dapat ditekan secara signifikan,” kata Boedyo.
Untuk tahun 2026, Pemprov Jawa Tengah menargetkan capaian serupa guna mempercepat pengurangan backlog pada masa kepemimpinan kepala daerah saat ini. Selain itu, pemerintah provinsi juga terus mengupayakan relokasi warga terdampak bencana agar segera mendapatkan hunian sementara maupun hunian tetap.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk perbaikan rumah tidak layak huni. Pada 2025, Jawa Tengah menganggarkan perbaikan 17 ribu RTLH.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah menganggarkan untuk rumah layak huni, seperti yang dilakukan di Jawa Tengah,” ujar Maruarar.
Rakor tersebut menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam mempercepat realisasi program 3 juta rumah sebagai agenda strategis nasional, dengan menempatkan kolaborasi pusat dan daerah sebagai fondasi utama penyelesaiannya.
Artikel Terkait

JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Pendampingan dan Satu Unit Sepeda Motor kepada Korban

Hadiri Kick Off Meeting Bersama AHY, Wabup Tegal Dukung Pembangunan Tanggul Laut di Pantura

Cek Libur di Bulan Mei 2026 : Banyak Long Weekend, Catat Tanggalnya
