Terpilih Aklamasi, Suryono Resmi Pimpin KONI Kabupaten Pekalongan

Dalam kegiatan Musorkablub tahun 2026, secara aklamasi Suryono terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan
PEKALONGAN, puskapik.com – Dunia olahraga Kabupaten Pekalongan memasuki babak baru.
Dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) 2026, terpilih secara aklamasi Suryono sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan.
Musorkablub 2026 KONI Kabupaten Pekalongan digelar di Hotel Indonesia Syariah, Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Selasa 2 Juni 2026.
Baca Juga: Lagi Diperbaiki, Jembatan Sungai Pedes Tegal Kembali Diterjang Banjir
Suryono mendapat dukungan penuh dari cabang olahraga yang hadir.
Dia dipercaya memimpin KONI Kabupaten Pekalongan dengan membawa semangat pembenahan organisasi sekaligus peningkatan prestasi atlet menuju level yang lebih tinggi.
Musorkablub dibuka oleh Plt Bupati Pekalongan yang diwakili Asisten Sekda Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh.
Hadir pula jajaran pengurus KONI Provinsi Jawa Tengah, Dinporapar Kabupaten Pekalongan, pengurus KONI Kabupaten Pekalongan, serta perwakilan cabang olahraga se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Suryono menegaskan komitmennya membangun olahraga Kabupaten Pekalongan secara profesional dan berkelanjutan.
"Visi saya adalah mewujudkan KONI Kabupaten Pekalongan yang profesional, transparan, berprestasi, dan berkelanjutan dalam membangun olahraga daerah menuju prestasi tingkat provinsi, nasional hingga internasional," tegasnya.
Baca Juga: Jangan Ada Diskriminasi, Ahmad Luthfi Dorong Kesempatan Kerja Setara bagi Difabel
Menurut Suryono, olahraga bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kebanggaan daerah.
Program Prioritas
Untuk mewujudkan target tersebut, ia menyiapkan sejumlah program prioritas, mulai dari memperkuat pembinaan atlet usia dini, meningkatkan kualitas pelatih, memperbaiki tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabilitas.
Selain itu, lanjut Suryono, memperluas kemitraan dengan dunia usaha guna mendukung pembiayaan pembinaan atlet.


