Lagi Diperbaiki, Jembatan Sungai Pedes Tegal Kembali Diterjang Banjir

Selasa, 2 Juni 2026 | 16.46
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Umi Azkiyani bersama anggotanya kunjungan lapangan di Jembatan Kali Pedes di Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, baru-baru ini. (Dok)
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Umi Azkiyani bersama anggotanya kunjungan lapangan di Jembatan Kali Pedes di Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, baru-baru ini. (Dok)

Jembatan Kali Pedes di Dukuhbenda, Bumijawa kembali rusak diterjang banjir saat diperbaiki. Warga harus memutar hingga 20 kilometer akibat akses terputus.

SLAWI, puskapik.com - Sungai Pedes di Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal menunjukan ke kekuatannya.

Setelah menerjang Jembatan Sungai Pedes pada beberapa bulan lalu, banjir Sungai Pedes kembali menerjang Jembatan tersebut. Padahal saat banjir melanda, jembatan Sungai Pedes tengah diperbaiki.

"Perbaikan jembatan memang sedang berjalan. Namun saat proses pekerjaan berlangsung, terjadi banjir bandang yang merusak konstruksi yang sudah dibangun. Akibatnya pekerjaan tidak dapat diselesaikan," kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Umi Azkiyani, Selasa 2 Juni 2026.

Baca Juga: Jangan Ada Diskriminasi, Ahmad Luthfi Dorong Kesempatan Kerja Setara bagi Difabel

Dia mengatakan, akses jembatan Kali Pedes di Desa Dukuhbenda, akses vital yang menghubungkan dua wilayah, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Jembatan itu tidak bisa lalui kendaraan roda empat, sehingga masyarakat terpaksa memutar perjalanan hingga sekitar 20 kilometer.

"Kami sudah kunjungan lapangan ke lokasi," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, diperbaiki jembatan Kali Pedes menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tegal sekitar Rp 1 miliar.

Baca Juga: Satpol PP Pemalang Gelar Pasukan 1.157 Satlinmas Kesiapan Pilkades Serentak

Namun, saat perbaikan kembali rusak akibat diterjang banjir bandang. Kejadian itu membuat membuat proyek perbaikan gagal dituntaskan dan pihak kontraktor kesulitan melanjutkan pekerjaan hingga akhirnya memilih menghentikan proyek.

"Pemborong sampai menyerah. Mereka tidak melanjutkan pekerjaan lagi dan rela CV-nya diblacklist karena proyek tersebut tidak bisa diselesaikan," ujarnya.

Meski begitu, Umi memastikan jembatan tersebut tetap akan dibangun kembali karena memiliki peran penting bagi mobilitas warga di wilayah perbatasan.

Ia menjelaskan, Jembatan Kali Pedes merupakan aset Pemerintah Kabupaten Brebes. Karena itu, proses pembangunan lanjutan kini sedang dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat dan direncanakan masuk dalam APBD Kabupaten Brebes Tahun 2027.

"Saat ini sedang dikoordinasikan karena asetnya milik Kabupaten Brebes. Rencananya akan diperbaiki menggunakan anggaran APBD Kabupaten Brebes tahun 2027," jelasnya.

Saat ini jembatan hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas karena kondisi konstruksi belum aman digunakan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait