Buruh Diseret ‘Bos’ saat May Day di Pemalang, Ternyata Ini yang Terjadi

Jumat, 1 Mei 2026 | 11.30
puskapik

Buruh diseret 'bos' saat May Day di Pemalang ternyata aksi teatrikal simbol upah murah dan tuntutan kesejahteraan serta kebebasan berserikat buruh

PEMALANG, puskapik.com – Di tengah peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Pemalang, sebuah pemandangan tak biasa menyita perhatian pengguna jalan di kawasan Tugu Sirandu, Jumat 1 Mei 2026.

Seorang pekerja tampak diseret-seret oleh sosok 'boss' di tengah jalan. Tubuh buruh tampak dibelenggu rantai, yang ditarik-tarik sang boss di hadapan massa dan para pengendara yang melintas.

Buruh yang dibelenggu pun terlihat terus berusaha melepaskan diri dari lilitan rantai yang mengikat tubuhnya. Aksi itu sontak menjadi tontonan warga dan para pengguna jalan yang melintas.

Baca Juga: Hak Buruh Kuat di Atas Kertas, Rapuh di Lantai Produksi

Rupanya adegan tersebut merupakan aksi teatrikal yang dilakukan massa buruh DPC Konfederasi Sarbumusi Pemalang, Federasi Serikat Buruh Amarta, dan SPKM Longwell dalam aksi damai May Day.

Selain pertunjukan teatrikal, para buruh juga membentangkan sejumlah banner berisi narasi protes dan tuntutan terkait kesejahteraan pekerja di sekitar traffic light Tugu Sirandu.

Koordinator aksi, Lazuardi Rizki, mengatakan monolog teatrikal itu menjadi simbol peringatan buruh terhadap bentuk keterbelengguan, sekaligus penegasan bahwa pekerja berhak berserikat.

Baca Juga: Tiga Remaja Tertemper Kereta di Jembatan Sakalibel Bumiayu, 1 Tewas

"Itu sebagai simbolis, bahwa perjuangan serikat secara kolektif bisa mewujudkan kesejahteraan dan keterbelengguannya dari upah murah dan upah yang tidak layak di Pemalang." jelasnya.

Dalam momentum May Day tahun ini, kata Lazuardi, dirinya dan kawan-kawan membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah. Salah satunya menolak upah murah bagi pekerja.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait