Cosplay Jadi Semar, Camat Pulosari Pemalang Hibur Siswa SD di Hari Anak Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 13.49
puskapik

Camat Pulosari cosplay Semar bersama jajaran berkostum Punokawan menghibur siswa SD saat Hari Anak Nasional ke-42 melalui senam, permainan, edukasi budaya, dan berbagi susu.

PEMALANG, puskapik.com – Tawa riang anak-anak SD di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang menggema saat rombongan Camat datang dengan penampilan tak biasa ke sekolah mereka, Kamis 23 Juli 2026.

Mengenakan kostum tokoh wayang Punokawan, mereka mengajak para siswa bermain, bersenam, dan belajar mengenal budaya dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42.

Di antara rombongan tersebut, Camat Pulosari, Arif Seno Aji, tampil mencolok dengan cosplay sebagai Semar, sosok yang dikenal bijaksana dalam dunia pewayangan Jawa.

Baca Juga: Mediasi Pendirian Gereja HKBP di Tegal Capai Kesepakatan, Warga Setujui dengan Catatan

Bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Pulosari, dirinya turun langsung ke sekolah-sekolah untuk berbagi keceriaan dengan murid-murid sekolah di sejumlah desa.

Kegiatan yang digelar untuk memeriahkan Hari Anak Nasional itu menyasar lima sekolah yang berada di lima desa, yakni Desa Pulosari, Nyalembeng, Karangsari, Batursari, dan Pagenteran.

Penampilan Arif Seno Aji bersama para jajaran pegawainya yang berdandan Punokawan itu sontak menarik perhatian para siswa yang antusias menyambut kedatangan mereka.

Baca Juga: Nilai TKA SMP Pemalang Rendah, DPRD Soroti Peran Orang Tua

Berbagai kegiatan interaktif disuguhkan selama kunjungan. Mulai dari Senam Anak Indonesia, permainan tradisional, hingga pembagian mainan dan susu kepada para siswa.

Gelak tawa dan sorak gembira anak-anak mewarnai setiap rangkaian acara. Bagi sebagian siswa, kehadiran para pegawai kecamatan yang mengenakan kostum Punokawan menjadi pengalaman baru.

Mereka tampak penasaran sekaligus bersemangat mengenal tokoh-tokoh pewayangan yang selama ini mungkin hanya mereka dengar dari cerita-cerita saja.

Arif menjelaskan, pemilihan karakter Punokawan bukan tanpa alasan. Selain lekat dengan budaya Jawa, Punokawan mengandung nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan tugas aparatur pemerintah.

"Filosofinya aparatur pemerintah harus bisa menjadi pamong atau pamomong sebagaimana para Punokawan," ungkap Arif Seno Aji kepada puskapik.com.

"Sehingga mampu membawa ketentraman, kebahagiaan bagi masyarakat terutama anak-anak," lanjutnya.

Menurut Arif, momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat pentingnya memberikan perhatian, perlindungan, dan ruang tumbuh yang baik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait