Nilai TKA SMP Pemalang Rendah, DPRD Soroti Peran Orang Tua

Kamis, 23 Juli 2026 | 12.53
Anggota Komisi D DPRD Pemalang Bidang Kesejahteraan Rakyat, Mokhammad Safi'i
Anggota Komisi D DPRD Pemalang Bidang Kesejahteraan Rakyat, Mokhammad Safi'i

DPRD Pemalang menyoroti hasil TKA SMP yang menempatkan daerah di peringkat 32 Jateng. Evaluasi pendidikan, peran orang tua, dan Perda Pendidikan dinilai penting

PEMALANG, puskapik.com – Hasil Test Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP yang menempatkan Kabupaten Pemalang di posisi ke-32 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mendapat perhatian serius dari DPRD Pemalang.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk memperkuat peran orang tua dalam mendampingi proses belajar siswa.

Anggota Komisi D DPRD Pemalang Bidang Kesejahteraan Rakyat, Mokhammad Safi'i, mengaku prihatin dengan capaian nilai rata-rata siswa SMP di Kabupaten Pemalang yang masih berada di bawah mayoritas daerah lain di Jawa Tengah.

Baca Juga: Puncak Peringatan Harkop di Brebes Digelar 25 Juli, Alun-Alun Jadi Pusat Kemeriahan

Meski demikian, ia menilai rendahnya capaian tersebut tidak hanya menjadi persoalan daerah, melainkan juga mencerminkan kondisi pendidikan secara nasional.

Berdasarkan data yang ada, rata-rata nasional TKA tercatat 60,83 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 40,34 untuk Matematika.

Sementara itu, capaian Bahasa Indonesia siswa SMP di Pemalang masih sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Baca Juga: Cetak Kader Konservasi Alam, BPI Batang dan Dinas Kehutanan Jateng Gelar Diklat

"Nilai kita untuk bahasa memang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yaitu 61,55 akan tetapi pada nilai matematika termasuk sangat rendah." kata Safi'i, Kamis 23 Juli 2026.

"Dan ini jadi evaluasi menurut saya bukan skala lokal harusnya nasional," lanjutnya.

Menurut Mokhammad Safii, hasil tersebut menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas proses pembelajaran.

Ia meyakini capaian akademik siswa dapat lebih baik apabila seluruh unsur pendukung pendidikan terlibat secara aktif, terutama keluarga.

Safi'i menekankan bahwa peran orang tua tidak cukup hanya memantau perkembangan anak saat pembagian rapor, melainkan perlu dilakukan secara berkelanjutan setiap hari.

Dengan keterlibatan yang lebih intens, perkembangan belajar siswa dapat dipantau sejak dini sehingga berbagai kendala dapat segera diatasi.

Selain itu, Mokhammad Safii juga mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan yang secara khusus mengatur upaya peningkatan mutu pendidikan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait