Demo Mahasiswa di Alun-alun Brebes Bawa 10 Tuntutan Memanas, Diwarnai Aksi Bakar Ban

Demo mahasiswa di Brebes memanas dengan aksi bakar ban dan teatrikal. Massa membawa 10 tuntutan sebelum akhirnya ditemui bupati, wakil bupati, dan pimpinan DPRD
BREBES, puskapik.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Brebes menggelar aksi demo di jalur Pantura depan Alun-alun Brebes, Senin (22/6/2026) sore. Unjuk rasa mahasiswa dengan 10 tuntutan itu, diwarnai aksi bakar ban.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan aksi treatikal di Jalur Pantura. Aksi itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Sebanyak 10 tunturan disampaikan dalam aksi demo mahasiswa tersebut. Di antaranya, evaluasi dan audit anggaran program MBG dan KDMP yang lakukan oleh pemda dan juga legislative supaya lebih transparan dan lebih akuntabel serta disampaikan ke publik; evaluasi proyek strategis nasional yang tidak memperhatikan etika lingkungan dan hak asasi manusia.
Baca Juga: Kebakaran di Alfamart Area SPBU Belik Pemalang Bikin Pengunjung Berhamburan
Mendesak pemerintah untuk melakukan pembatasan penggunaan BBM pertalite agar tetap sasaran dan merata; kembalikan supremasi sipil, cabut uu tni dan polri yang sudah disahkan; meminta Presiden Prabowo untuk berhenti mengelak dan secara terbuka mengakui kesalahan pemerintah.
Kemudian, hentikan pembangunan batalyon teritorial (BTP) dan alihkan anggaran untuk infrasuktur desa dan kabupaten; menuntut bupati untuk melakukan mitigasi terkait isu lingkungan didaerah pesisir dan derah yang rawan terdampak banjir tahunan.
Baca Juga: Tim Pelajar Polres Tegal Tembus Babak 8 Besar Esport Kapolda Jateng Cup 2026
Selain itu, menuntut bupati untuk segera menetapkan sistem pengolahan sampah terpadu; meminta bupati untuk menghentikan alih fungsi lahan di hutan lindung gunung slamet; danbevaluasi program unggulan Mitha - Wurja.
Masa pendemo mulai melakukan aksi sekitar pukul 15.30 WIB, yang semula dijadwalkan sekitar pukul 13.00. Para pendemo datang ke Alun-alun Brebes dengan berjalan kaki, sambil membentangkan dua spanduk besar bertuliskan Rakyat Bergerak dan Brebes Ora Beres.
Tiba di lokasi unjukrasa, mahasiswa langsung berorasi. Bahkan, seorang mahasiswa melakukan aksi teatrikal berlutut dan mendongak ke atas dengan mata tertutup kain. Dalam aksi pasrahnya itu, ia dijejali nasi bungkus tanpa lauk pauk yang mengisyaratkan bahwa program MBG tak mengandung gizi. .
"Sekarang pejabat berpihak kepada rakyat atau tidak? Pejabat perpihak kepada penguasa atau rakyat?" kata salah satu mahasiswa dalam orasinya.
Suasana mulai memanas ketika mahasiswa menuntut Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma hadir menemui massa mahasiswa. Tak kunjung ditemui, mahasiswa pun mulai membakar ban bekas.
Susana makin memanas ketika salah seorang aparat menyemprotkan alat pemadam api ringan (APAR) saat ban bekas baru saja dibakar. Salah satu warga yang tak berkenan dengan aksi bakar ban ini langsung merangsek dan nyaris adu jotos dengan mahasiswa. Aksi spontan ini kemudian dilerai oleh aparat keamanan.
Usai sempat memanas, massa aksi kemudian ditemui Wakil Bupati Wurja dan Sekda Brebes Tahroni. Mereka kemudian berdialog di depan Alun-alun Brebes. Tak berselang lama, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma ikut menemui pendemo bersama Ketua DPRD Brebes Moh Taufiq dan beberapa anggota DPRD lainnya. Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), juga ikut menemui. Termasuk, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah.


