Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Pasar Pemalang Sepi Pembeli

Selasa, 1 September 2026 | 19.40
puskapik

Harga cabai rawit merah di Pasar Pemalang melonjak dari sekitar Rp40 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram. Pedagang mengeluhkan pasar yang makin sepi.

PEMALANG, puskapik.com — Kenaikan harga cabai rawit merah atau cabai setan mulai dirasakan pedagang dan konsumen di Pasar Pemalang. Dalam dua pekan terakhir, harga komoditas tersebut terus bergerak naik hingga mencapai Rp70.000 per kilogram.

Kondisi itu terjadi di tengah daya beli masyarakat yang masih belum sepenuhnya pulih. Akibatnya, kenaikan harga cabai tidak hanya membebani pembeli, tetapi juga berdampak terhadap pendapatan pedagang pasar.

Pantauan di salah satu kios cabai di Pasar Pagi Pemalang, Selasa 1 Agustus 2026, menunjukkan aktivitas jual beli yang relatif sepi. Seorang pedagang bahkan masih melayani pembeli pertamanya meski hari telah berjalan.

Baca Juga: Nasib Pujasera Kota Tegal, Puluhan PKL Pilih Hengkang Omzet Jualan Turun Drastis

Pedagang cabai di Pasar Pagi Pemalang, Nur Fadilah, mengatakan, kenaikan harga berlangsung secara bertahap sejak sekitar dua pekan terakhir. Harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp70.000.

“Sudah dua minggu ini, mas, harganya naik terus. Awalnya 40an ribu, sekarang perkilo jadi 70 ribu,” jelasnya.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah. Cabai keriting juga mengalami kenaikan dan kini dijual sekitar Rp35.000 per kilogram.

Sementara bagi masyarakat yang membeli dalam jumlah sedikit, pedagang menjual cabai setan dengan harga Rp9.000 untuk takaran seperempat kilogram.

Baca Juga: Truk Parkir di Bahu Pantura Batas Kendal-Semarang Ditertibkan, 7 Truk Kena Tilang

Di tengah harga komoditas yang meningkat, Fadilah juga menyoroti persaingan usaha dengan depot atau distributor besar. Paktik penjualan dalam jumlah kecil oleh depot membuat pembeli beralih dari pasar tradisional.

“Itu (depot) kalau ada yang beli setengah kilo pun tetap dilayani. Akhirnya kan yang pedagang kecil jadi sepi pembeli. Semua lari (belinya) langsung ke depot,” keluh Fadilah.

Sepinya pembeli tersebut turut berpengaruh terhadap omzet pedagang. Mereka berharap kondisi perekonomian segera membaik sehingga aktivitas perdagangan di pasar kembali ramai.

“Harapannya ya semoga ekonomi lekas membaik. Seperti dulu sebelum corona (Pandemi Covid19). Bisa ramai lagi, nggak kaya sekarang yang sepi pembeli,” pungkasnya.**

Artikel Terkait