Ikuti Tren Kopi, SMA NU Taman Pemalang Latih Siswa Jadi Barista Profesional

SMA NU Taman Pemalang membekali siswa keterampilan barista lewat pelatihan olah kopi bersama barista profesional sebagai bekal kewirausahaan.
PEMALANG, puskapik.com – Maraknya budaya ngopi di kalangan anak muda menginspirasi SMA Nahdatul Ulama (NU) Taman, Kabupaten Pemalang untuk membekali siswa-siswinya dengan keterampilan barista.
Puluhan siswa-siswi SMA NU Taman itu dilatih mengolah kopi di ruang kelas dengan bimbingan langsung dari barista profesional, Senin 9 Februari 2026. Ruang tempat mereka belajar pun jadi bar kopi dadakan.
Siswa-siswi tampak serius mengikuti pelatihan barista yang digelar sekolah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis keterampilan dan kewirausahaan.
Baca Juga: Peringati HUT 18 tahun Gerindra Pemalang Bergerak Bantu Korban Bencana
Mereka diajak mengenal dunia kopi dari dasar, mulai dari jenis-jenis kopi, cara mengatur grinder atau mesin pengolah kopi, baik manual maupun elektrik, hingga menentukan takaran kopi yang tepat agar menghasilkan cita rasa seimbang.
Tak hanya teori, para siswa juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung materi yang telah disampaikan. Setiap kelompok siswa diminta menakar bubuk kopi, menyeduh, hingga menyajikan kopi racikan mereka sendiri.
Beberapa metode manual brew diperkenalkan, seperti Moka Pot dan AeroPress, termasuk teknik membuat kopi espresso secara manual.
Antusiasme terlihat sepanjang pelatihan. Para siswa aktif bertanya dan mencoba setiap tahapan pembuatan kopi. Mereka lalu menikmati hasil racikan kopi masing-masing, sekaligus mengevaluasi rasa dan aroma yang dihasilkan.
Wakil Kepala Kurikulum SMA NU Taman, Erni Kistiati, mengatakan pelatihan barista ini merupakan kolaborasi sejumlah mata pelajaran, yakni Prakarya dan Kewirausahaan, Ekonomi, serta Informatika.
Menurut Erni Kristiati, pemilihan pelatihan barista tidak terlepas dari perkembangan tren kopi yang kian pesat dan dekat dengan kehidupan anak muda.
"Karena sekarang yang lagi tren itu kopi, semua caffee di Pemalang menu utamanya kopi dan digemari juga sama anak muda." tutur Erni Kristiati.
Erni Kristiati menjelaskan, tren tersebut membuka peluang usaha yang cukup besar, sehingga sekolah berinisiatif membekali siswa-siswinya dengan keterampilan praktis yang bisa dimanfaatkan setelah lulus.
Melalui pelatihan tersebut, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan dasar menyeduh kopi layaknya barista.
"Kami ingin agar anak-anak punya skil barista dan nanti setelah lulus mereka bisa berwirausaha, membuka caffee,"
Lebih lanjut, Erni Kristiati menegaskan bahwa pelatihan barista ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan daya saing lulusan.



