Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Pemalang Tekankan Pesan Persatuan Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 | 14.43
puskapik

Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Pemalang menegaskan pentingnya persatuan, toleransi, dan nilai kebangsaan sebagai fondasi Indonesia menghadapi tantangan global.

PEMALANG, puskapik.com – Suasana khidmat menyelimuti halaman Pendopo Kabupaten Pemalang saat ratusan peserta mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Senin 1 Juni 2026.

Lewat momentum tersebut, masyarakat diajak mengingat kembali pentingnya Pancasila sebagai fondasi persatuan bangsa dan kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia.

Dalam upacara itu, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, sebagai inspektur upacara membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Baca Juga: Menagih Substansi Revisi RTRW Kota Tegal

Presiden menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila tak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momen penting untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa.

Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” disebut menggambarkan peran strategis Pancasila dalam menjaga keutuhan Indonesia serta inspirasi terciptanya perdamaian dunia.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat dan berbagai dinamika geopolitik dunia, Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman moral bangsa.

Baca Juga: Jalur Cepat Orang Dekat Kekuasaan; Privilege, Posisi Strategis, atau Percepatan Karier

Ideologi negara tersebut telah terbukti mampu menjadi penuntun dalam menghadapi beragam tantangan yang terus berkembang.

Presiden juga menyoroti amanat konstitusi yang menempatkan Indonesia sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila disebut menjadi modal utama dalam pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijalankan Indonesia.

Seluruh komponen bangsa, terutama generasi muda diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar hafalan.

Ia juga berpesan kepada para menteri maupun kepala daerah agar setiap kebijakan publik yang dibuat selalu berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, Presiden turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional dengan menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme.

Menurutnya, Indonesia harus terus menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, religiusitas, dan persatuan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait