Juara 1 Tenis Meja Popda Pemalang Tak Dikirim ke Jateng, Keluarga Atlet Siap Gugat

Rabu, 2 September 2026 | 18.19
puskapik

Keluarga atlet tenis meja Fiqi Qubaela mempertimbangkan gugatan setelah juara 1 Popda Pemalang 2025 disebut tidak dikirim ke Popda Jateng 2026.

PEMALANG, puskapik.com – Keluarga atlet tenis meja Kabupaten Pemalang, Fiqi Qubaela, merasa kecewa usai Fiqi disingkirkan secara sepihak dari kontingen yang diberangkatkan mewakili Pemalang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026.

Pihak keluarga saat ini tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk mempersoalkan proses penentuan atlet tenis meja yang diberangkatkan ke Popda Jawa Tengah tersebut.

Setian Nurafianto, sepupu dari Fiqi Qubaela, mengaku kecewa dengan keputusan yang dilakukan secara sepihak terkait pergantian Fiqi sebagai wakil Kabupaten Pemalang di Popda Jawa Tengah 2026.

Dirinya masih mengingat ketika Fiqi berhasil meraih medali emas di kompetisi Popda Kabupaten Pemalang pada Oktober 2025. Prestasi tersebut membuat keluarga bangga karena diraih melalui proses latihan dan perjuangan.

"Saya juga ikut support dan melatih Fiqi, kami dari keluarga sudah sangat bangga. Kami sudah membayangkan Mas Fiqi nanti lanjut bertanding ke provinsi." kata Setian Nurafianto kepada puskapik.com, Rabu 2 September 2026, sore.

Setelah Fiqi meraih juara di tingkat Kabupaten Pemalang, Setian yang juga merupakan atlet senior tenis meja terus memberikan dukungan dan mendampingi latihan Fiqi sebagai persiapan menghadapi Popda Jawa Tengah.

"Kita support terus, saya beri motivasi untuk terus berlatih, karena lawannya nanti di provinsi pasti berat." kata Setian.

Baca Juga: Diskotik Tak Terdata, DPRD Kota Tegal Minta Penjelasan KBLI Usaha Hiburan

Namun dalam proses persiapan menuju Popda Jateng, keluarga tak kunjung mendapat informasi soal persiapan menghadapi Popda Jateng baik dari pelatih, panitia penyelenggara maupun Dindikpora Pemalang.

"Puncaknya kemarin, saya malah dapat informasi dari teman yang anggota PTMSI, dia heran 'ini kok Fiqi enggak masuk di daftar atlet yang maju Popda', saya juga kaget. Fiqi diganti Faiq." terangnya.

Mendapat informasi itu, Setian kemudian berupaya meminta penjelasan kepada Dindikpora Kabupaten Pemalang. Tetapi pihak Dindikpora menyampaikan bahwa keputusan tersebut menjadi kewenangan pelatih dan panitia penyelenggara (panpel).

"Saya coba kontak Imaniar (panpel) katanya sudah klarifikasi ke pihak keluarga, padahal enggak ada itu, makanya kita keluarga dan pihak sekolah (SMPN 2 Pulosari) meminta penjelasan." jelasnya.

Setian mengatakan, pihak keluarga bersama SMP Negeri 2 Pulosari bahkan sempat mendatangi lokasi technical meeting Popda Jawa Tengah di Semarang untuk mempertanyakan persoalan tersebut.

Namun, upaya itu disebut belum mengubah keputusan mengenai atlet yang akan mewakili Pemalang.

Baca Juga: Kafe 24 Jam Hadir, Geliat Ekonomi City Walk Tegal Menguat

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait