Juara 1 Tenis Meja Popda Pemalang Tak Dikirim ke Jateng, Keluarga Atlet Siap Gugat

Keluarga atlet tenis meja Fiqi Qubaela mempertimbangkan gugatan setelah juara 1 Popda Pemalang 2025 disebut tidak dikirim ke Popda Jateng 2026.
PEMALANG, puskapik.com – Keluarga atlet tenis meja Kabupaten Pemalang, Fiqi Qubaela, merasa kecewa usai Fiqi disingkirkan secara sepihak dari kontingen yang diberangkatkan mewakili Pemalang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026.
Pihak keluarga saat ini tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk mempersoalkan proses penentuan atlet tenis meja yang diberangkatkan ke Popda Jawa Tengah tersebut.
Setian Nurafianto, sepupu dari Fiqi Qubaela, mengaku kecewa dengan keputusan yang dilakukan secara sepihak terkait pergantian Fiqi sebagai wakil Kabupaten Pemalang di Popda Jawa Tengah 2026.
Dirinya masih mengingat ketika Fiqi berhasil meraih medali emas di kompetisi Popda Kabupaten Pemalang pada Oktober 2025. Prestasi tersebut membuat keluarga bangga karena diraih melalui proses latihan dan perjuangan.
"Saya juga ikut support dan melatih Fiqi, kami dari keluarga sudah sangat bangga. Kami sudah membayangkan Mas Fiqi nanti lanjut bertanding ke provinsi." kata Setian Nurafianto kepada puskapik.com, Rabu 2 September 2026, sore.
Setelah Fiqi meraih juara di tingkat Kabupaten Pemalang, Setian yang juga merupakan atlet senior tenis meja terus memberikan dukungan dan mendampingi latihan Fiqi sebagai persiapan menghadapi Popda Jawa Tengah.
"Kita support terus, saya beri motivasi untuk terus berlatih, karena lawannya nanti di provinsi pasti berat." kata Setian.
Baca Juga: Diskotik Tak Terdata, DPRD Kota Tegal Minta Penjelasan KBLI Usaha Hiburan
Namun dalam proses persiapan menuju Popda Jateng, keluarga tak kunjung mendapat informasi soal persiapan menghadapi Popda Jateng baik dari pelatih, panitia penyelenggara maupun Dindikpora Pemalang.
"Puncaknya kemarin, saya malah dapat informasi dari teman yang anggota PTMSI, dia heran 'ini kok Fiqi enggak masuk di daftar atlet yang maju Popda', saya juga kaget. Fiqi diganti Faiq." terangnya.
Mendapat informasi itu, Setian kemudian berupaya meminta penjelasan kepada Dindikpora Kabupaten Pemalang. Tetapi pihak Dindikpora menyampaikan bahwa keputusan tersebut menjadi kewenangan pelatih dan panitia penyelenggara (panpel).
"Saya coba kontak Imaniar (panpel) katanya sudah klarifikasi ke pihak keluarga, padahal enggak ada itu, makanya kita keluarga dan pihak sekolah (SMPN 2 Pulosari) meminta penjelasan." jelasnya.
Setian mengatakan, pihak keluarga bersama SMP Negeri 2 Pulosari bahkan sempat mendatangi lokasi technical meeting Popda Jawa Tengah di Semarang untuk mempertanyakan persoalan tersebut.
Namun, upaya itu disebut belum mengubah keputusan mengenai atlet yang akan mewakili Pemalang.
Baca Juga: Kafe 24 Jam Hadir, Geliat Ekonomi City Walk Tegal Menguat
"Kemarin ibu saya, kakaknya Fiqi, dan pihak sekolah (SMPN 2 Pulosari) ke Semarang untuk mempertanyakan itu. Menurut panitia, atlet bisa diganti lagi tapi harus ada konfirmasi dari pembimbing dari Pemalang (panpel)." tutur Septian.
"Tapi enggak ada tindaklanjut dari panitia Pemalang." sambungnya.
Menurut Setian, persoalan tersebut membuat Fiqi dan keluarga merasa kecewa. Terlebih, persiapan yang telah dilakukan sejak jauh-jauh hari itu berakhir tanpa adanya pemberitahuan atau diputus secara sepihak.
Pihak keluarga Fiqi Qubaela pun saat ini tengah mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum guna mempersoalkan proses pengiriman atlet tenis meja Kabupaten Pemalang ke Popda Jawa Tengah.
"Iya, kita mau gugat, secara hukum perdata kita akan gugat." jelasnya.
Setian Nurafianto berharap persoalan tersebut tidak kembali dialami atlet lain. Ia juga mengungkapkan pengalamannya ketika masih aktif sebagai atlet tenis meja di Kabupaten Pemalang.
Baca Juga: Gedung Hogwan Bumiayu Belum Dibongkar, Ini Alasannya
"Saya dulu atlet tenis juga, tapi saya enggak pernah dipakai Pemalang, malah dikontrak di Tegal, di Brebes. Sebetulnya hati nurani saya pengen bawa nama Pemalang, tanah kelahiran saya sendiri, tapi ya begitu." kata Setian Nurafianto.
"Kita cuma diundang dan dikumpulkan kalau mau ada penggelontoran dana, setelahnya tak ada kelanjutan lagi," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Polemik terkait pemberangkatan atlet tenis meja sebagai wakil Kabupaten Pemalang pada kompetisi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026 tengah ramai di media sosial.
Hal itu mencuat setelah atlet atas nama Fiqi Qubaela disebut tidak diberangkatkan untuk mengikuti Popda Jawa Tengah 2026, meski sebelumnya meraih juara 1 Popda tingkat Kabupaten Pemalang.
Posisi Fiqi kemudian disebut digantikan oleh atlet bernama Faiq. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, Faiq sebelumnya hanya menempati posisi juara ketiga dalam Popda Kabupaten Pemalang.**