Pabrik Pailit di Pemalang Diaktifkan Jadi Produsen Seragam Polri
Jumat, 19 Desember 2025 | 22.46

PEMALANG, puskapik.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menghidupkan kembali pabrik garmen di Kabupaten Pemalang sebagai bagian dari upaya produksi mandiri seragam dan perlengkapan dinas. Langk...
PEMALANG, puskapik.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menghidupkan kembali pabrik garmen di Kabupaten Pemalang sebagai bagian dari upaya produksi mandiri seragam dan perlengkapan dinas.
Langkah ini sekaligus memulihkan lapangan kerja bagi ribuan warga setelah pabrik tersebut sempat berhenti beroperasi.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Dedi Prasetyo, meresmikan operasional PT Akarsa Garment Indonesia di Desa Kabunan, Taman, Kabupaten Pemalang itu pada Jumat 19 Desember 2025.
Pabrik yang sebelumnya mati suri itu kini kembali beroperasi untuk memproduksi seragam dan perlengkapan dinas Polri.
Pengaktifan kembali pabrik garmen tersebut menjadi langkah strategis Polri dalam mendukung kemandirian produksi kebutuhan internal, sekaligus membuka kembali peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Perusahaan telah menyerap 220 tenaga kerja lokal pada tahap awal. Jumlah ini diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 1.500 pekerja seiring tercapainya kapasitas produksi penuh.
“Instruksi kapolri jelas, kami ingin menghidupkan kembali pabrik yang berhenti beroperasi agar dapat menyerap tenaga kerja. Di sini (pabrik pemalang), Polri berkolaborasi untuk memproduksi kebutuhan internal secara mandiri," kata Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare tersebut menargetkan produksi hingga 2 juta potong perlengkapan dinas per tahun.
Produksinya meliputi seragam dinas Brimob dan Sabhara, serta perlengkapan perorangan seperti rompi pelindung tubuh dan topi. Untuk menunjang operasional, pabrik dilengkapi 900 unit mesin produksi dan fasilitas mess karyawan.
Direktur PT Akarsa Garment Indonesia, Alfindra Amanda, menjelaskan, setiap produk yang dihasilkan melalui proses riset dan pengembangan yang ketat. Khusus seragam teknis, perusahaan melakukan puluhan kali uji petik sebelum diproduksi secara massal.
“Proses riset dan pengambilan sampel dilakukan berulang kali, bahkan mencapai 70 kali untuk seragam Brimob. Kami ingin memastikan spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan operasional personel," kata Alfindra.
Revitalisasi pabrik garmen di Pemalang ini juga menjadi bagian dari program desk ketenagakerjaan Polri untuk menggerakkan kembali roda perekonomian daerah.
Pabrik tersebut merupakan unit keenam milik perusahaan induk yang telah merencanakan ekspansi sejak 2015. **



