Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana di Pemalang Sasar Sekolah yang Berada di Lereng Gunung Slamet

Sabtu, 16 Mei 2026 | 21.29
Pelatihan Mitigasi Bencana di Pemalang
Pelatihan Mitigasi Bencana di Pemalang

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini dilakukan di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, melalui pelatihan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan Tagana Masuk Sekolah

PEMALANG, puskapik.com – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini dilakukan di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, melalui pelatihan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan Tagana Masuk Sekolah yang melibatkan pelajar dan relawan.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang digelar Pelatihan Kampung Siaga Bencana (KSB) serta program Tagana Masuk Sekolah di Kecamatan Pulosari, Sabtu 16 Mei 2026.

Kegiatan ini melibatkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama para pelajar dari sejumlah sekolah.

Baca Juga: Ini Rekomendasi Tempat Pemancingan yang Asyik di Batang, Komplet Ada Edukasi Wisata PAUD

Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Penakir serta dua sekolah, yakni SMP Negeri 1 Pulosari dan SMP Negeri 2 Pulosari.

Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari mitigasi bencana, penanganan kondisi darurat, hingga strategi mengurangi risiko bencana baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Staf Kementerian Sosial RI, Komarudin, mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menambah pengetahuan dan kesiapan para pelajar dalam menghadapi situasi bencana.

“Kegiatan ini memberikan pengetahuan tambahan kepada adik-adik kita. Selain itu juga memberikan edukasi terkait cara mengurai dampak saat terjadi bencana alam maupun non alam di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan, edukasi kebencanaan merupakan bagian penting dalam upaya mitigasi, terutama untuk membekali masyarakat dengan pemahaman langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum maupun saat bencana terjadi.

Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 1 Pulosari, Amin Imroni Rosyid, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca Juga: Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kendal Dikebut, 48 Desa Rampung

Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan mengingat wilayah Pulosari berada di lereng Gunung Slamet yang memiliki potensi kerawanan bencana.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena sekolah kami berada di lereng Gunung Slamet dan sebagian siswa tinggal di daerah rawan bencana. Melalui kegiatan ini, pengetahuan anak-anak tentang kebencanaan semakin bertambah,” katanya.

Ia berharap program serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan agar seluruh siswa memperoleh pemahaman yang merata terkait kesiapsiagaan bencana.

“Jumlah siswa di sini sekitar 700 orang dan belum semuanya mengikuti kegiatan ini. Kami berharap ke depan seluruh siswa bisa mendapatkan edukasi yang sama sehingga keterampilan menghadapi bencana semakin baik dan risiko bencana dapat diminimalkan,” imbuhnya.***

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait