Rayakan HUT RI, Warga Desa Kandang Pemalang Hias Jalanan Jadi Gemerlap

Senin, 10 Agustus 2026 | 08.36
puskapik

Semarak HUT ke-81 RI, warga Desa Kandang Pemalang menghias jalan dengan lampu merah putih dan berbagai replika. Festival ini turut menggerakkan UMKM lokal.

PEMALANG, puskapik.com – Jalan Raya Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, berubah semarak dengan berbagai lampu hias bernuansa merah putih yang terang menyala saat malam.

Kreasi warga tersebut menjadi bagian dari Festival Gebyar Lampu Merah Putih untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Festival yang digelar sepanjang 1–31 Agustus 2026 itu dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, pada Sabtu 8 Agustus 2026 malam.

Baca Juga: Tilik Desa Bupati Tegal di Sumingkir, Tawarkan Kuliah Gratis dan Asuransi Petani

Sebelum membuka festival, Nurkholes dan jajaran Forkopimcam Comal berkeliling melihat langsung berbagai kreasi lampu yang dipasang warga Desa Kandang di sepanjang jalan desa mereka.

Tak sekadar memasang lampu warna-warni, masyarakat menghadirkan beragam bentuk dan replika. Di antaranya replika Jembatan Suramadu, Monumen Nasional (Monas), hingga berbagai bentuk satwa.

Kemeriahan tersebut menjadi hasil kreativitas sekaligus gotong royong warga Desa Kandang yang secara mandiri menyiapkan berbagai ornamen untuk mempercantik lingkungan mereka.

Baca Juga: Buka Pekan Madaris XXVI, Bupati Tegal Tegaskan Madrasah Diniyah Mitra Strategis Bentuk Karakter Santri

Nurkholes mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Kandang yang mampu mempertahankan festival lampu hias tersebut hingga memasuki tahun keempat.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Kandang yang mampu membuat desanya viral. Ini sudah empat tahun dan puncaknya malam ini. Semoga semakin ramai dan semakin berkembang,” ungkapnya.

Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menunjukkan kuatnya kebersamaan warga. Terlebih, seluruh lampu hias dibuat melalui swadaya masyarakat.

“Ini contoh kreativitas yang luar biasa. Ibu-ibu dan bapak-bapak berswadaya mempersiapkan lampu-lampu ini." kata Nurkholes.

"Kalau dilakukan dengan tulus, insyaallah membawa berkah. Semua dagangan laku, UMKM juga berkembang,” lanjutnya.

Di tengah deretan lampu hias, puluhan pelaku UMKM juga turut meramaikan festival. Mereka menjajakan berbagai makanan dan minuman kepada pengunjung yang datang.

Sebagian besar pedagang merupakan warga sekitar. Kehadiran festival pun menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan omzet sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Nurkholes berharap kreativitas tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini. Ia mendorong agar pemasangan lampu hias nantinya dapat diperluas hingga ke berbagai gang di Desa Kandang.

“Ini kebanggaan Desa Kandang dan kebanggaan Pemalang juga. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dicontoh oleh desa-desa lain, entah dalam bentuk apa," ungkap Nurkholes.

"karena kemeriahan ini adalah bentuk persatuan dan kerukunan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Kandang, Muhtadin, yang juga menjadi Ketua Penyelenggara, mengatakan, festival tersebut telah menjadi agenda tahunan yang kini memasuki tahun keempat.

Muhtadin menegaskan, keberlangsungan festival lampu hias bukan semata-mata karena peran pemerintah desa, melainkan hasil partisipasi dan kekompakan masyarakat.

“Yang hebat dan kompak itu warganya. Festival ini didanai dari swadaya masyarakat. Berkat kekompakan warga, Kandang bisa menjadi seperti ini. Yang terpenting, kegiatan ini juga meningkatkan ekonomi UMKM masyarakat,” jelasnya.

Menurut Muhtadin, antusiasme terhadap festival sudah terlihat sebelum acara pembukaan. Setiap malam, kawasan Desa Kandang mulai ramai dokunjungi warga dari berbagai daerah.

Dampak positif juga dirasakan pedagang lokal. Salah satunya Azizah, yang mengaku pendapatannya meningkat sejak festival mulai ramai dikunjungi.

“Ini sangat membantu UMKM seperti saya. Saya senang ada acara seperti ini karena UMKM terbantu. Pedagang lokal maupun dari luar juga banyak yang datang,” tuturnya.

Azizah diketahui baru mulai berjualan sekitar satu minggu sebelum Agustus. Ia berharap festival yang menjadi daya tarik Desa Kandang tersebut dapat terus digelar dengan konsep yang semakin menarik.

“Semoga tahun depan lebih meriah lagi, supaya UMKM semakin terbantu,” pungkasnya. **