Tilik Desa Bupati Tegal di Sumingkir, Tawarkan Kuliah Gratis dan Asuransi Petani

Pemerintah Kabupaten Tegal memperkenalkan program kuliah gratis Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa) dan asuransi pertanian bagi petani yang mengalami gagal panen
KEDUNGBANTENG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Tegal memperkenalkan program kuliah gratis Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa) dan asuransi pertanian bagi petani yang mengalami gagal panen dalam kegiatan Bupati Tilik Desa di Desa Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Jumat (07/08/2026).
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman hadir bersama Wakil Bupati Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para kepala desa se-Kecamatan Kedungbanteng.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta kebutuhan pembangunan di tingkat desa.
Program Sadesa memberikan kesempatan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa dipungut biaya, mulai dari awal masuk hingga wisuda.
“Kami punya program Sadesa, Satu Desa Satu Sarjana. Ini program kuliah gratis. Jadi anak atau cucu panjenengan yang ingin kuliah tetapi terkendala biaya bisa mengikuti program Sadesa. Dari awal masuk sampai wisuda, biayanya ditanggung,” kata Ischak.
Perlindungan Petani
Selain sektor pendidikan, pemerintah daerah juga memberikan perlindungan bagi petani melalui program asuransi pertanian dengan alokasi anggaran sekitar Rp300 juta setiap tahun. Program ini bertujuan membantu petani yang mengalami gagal panen agar tidak menanggung seluruh kerugian sendiri.
“Harapannya tentu kita tidak ingin petani mengalami gagal panen. Tetapi kalau sampai terjadi, setidaknya ada perlindungan sehingga petani tidak menanggung seluruh kerugian sendiri,” ujarnya.
Perlindungan bagi petani ini juga diperkuat lewat jalur lain: pemerintah daerah mendorong kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja, termasuk petani, sebagai lapisan perlindungan tambahan saat mereka menghadapi risiko dalam bekerja.
Ischak menjelaskan, Bupati Tilik Desa merupakan agenda rutin sebagai bentuk komitmen mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Bupati Tilik Desa ini merupakan sebuah komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk hadir di tengah masyarakat. Biasanya kami bekerja di belakang meja, tetapi melalui kegiatan ini seluruh pejabat kami bawa langsung ke desa untuk mendekatkan pelayanan sekaligus menjaring aspirasi, masukan, kritik, dan saran dari masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, seluruh jajaran OPD sengaja dihadirkan langsung ke desa, mulai dari bidang jalan, pendidikan, kesehatan, sosial, pertanian, administrasi kependudukan, air bersih, hingga perbankan, sehingga masyarakat dapat langsung menyampaikan persoalan kepada instansi yang menangani. Kegiatan ini turut diisi dengan pelayanan langsung dari perangkat daerah serta dialog interaktif antara masyarakat dan Bupati beserta jajaran OPD, yang dokumentasinya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Pemerintah Kabupaten Tegal.
Dalam kesempatan itu, Ischak menegaskan pemerintah daerah terus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara merata. Ia turut mengapresiasi kemajuan pembangunan di Desa Sumingkir, termasuk peningkatan infrastruktur jalan dan fasilitas pendidikan.
Kepala Desa Sumingkir Hasan Ali menyampaikan sejumlah perkembangan pembangunan di desanya yang telah mendapat perhatian pemerintah daerah, di antaranya pengecoran jalan dan pembangunan gedung SD Negeri 1 Sumingkir yang mulai dikerjakan.


