Buka Pekan Madaris XXVI, Bupati Tegal Tegaskan Madrasah Diniyah Mitra Strategis Bentuk Karakter Santri

Minggu, 9 Agustus 2026 | 22.14
Pekan Madaris
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman membuka Pekan Madaris XXVI Tahun 2026.(dok.Prokompim Pemkab Tegal)

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman membuka Pekan Madaris XXVI Tahun 2026 diselenggarakan Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Bojong

BOJONG, puskapik.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman membuka Pekan Madaris XXVI Tahun 2026 yang diselenggarakan Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Bojong di Desa Karangmulya, Kecamatan Bojong, Sabtu (08/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah pengembangan potensi dan kompetensi para santri dan santriwati madrasah diniyah di Kecamatan Bojong dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Ischak menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Tegal tidak hanya menyangkut infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Baca Juga: KPK Sita Dokumen Proyek Untuk Perkuat Bukti Kasus Korupsi Bupati Pemalang

Menurut Bupati Ischak, madrasah diniyah memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membentuk karakter generasi muda.

"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan arus globalisasi, anak-anak kita dihadapkan pada berbagai tantangan. Pendidikan agama menjadi benteng moral yang sangat penting agar generasi muda kita memiliki keimanan yang kokoh dan akhlak yang baik," kata Bupati Ischak.

Ia menambahkan, madrasah diniyah selama ini berkontribusi menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, sikap hormat kepada guru dan orang tua, serta kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari santri.

Insentif Guru Ngaji

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap kontribusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal menaikkan insentif guru ngaji dari sekitar Rp1,7 juta menjadi Rp2 juta pada 2026.

Jumlah penerima juga ditargetkan bertambah dari sekitar 9.300 menjadi 10.500 orang, dengan dukungan anggaran yang meningkat dari sekitar Rp18 miliar menjadi Rp21 miliar.

"Pemerintah Kabupaten Tegal juga ingin terus berusaha meningkatkan kesejahteraan para ustaz dan ustazah. Tahun 2026 insentifnya sudah bertambah menjadi Rp2 juta," jelas Ischak.

Dukungan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan apresiasinya terhadap konsistensi DPAC FKDT Kecamatan Bojong yang telah menyelenggarakan Pekan Madaris secara swadaya masyarakat selama puluhan tahun tanpa bergantung pada anggaran pemerintah daerah, kecamatan, maupun desa.

Baca Juga: Usut Kasus Korupsi Bupati Pemalang, KPK Geledah 15 Tempat di Jateng

"Kegiatan ini dilaksanakan dengan swadaya masyarakat, tidak bergantung kepada pemerintah daerah, kecamatan maupun desa. Ini merupakan bentuk gotong royong yang luar biasa," ujarnya.

Kepada para santri dan santriwati, Bupati Ischak berpesan agar terus belajar dan menjaga akhlak sebagai bekal meraih cita-cita, sekaligus menjunjung sportivitas selama mengikuti rangkaian Pekan Madaris XXVI.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait