Pemalang Tetapkan Status Darurat Bencana Kekeringan, 30 Desa Terdampak

Rabu, 15 Juli 2026 | 21.54
puskapik

Pemkab Pemalang menetapkan status darurat kekeringan setelah 30 desa di tujuh kecamatan terdampak krisis air bersih. Sekitar 93.250 jiwa dilaporkan terdampak.

PEMALANG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan menyusul meluasnya dampak musim kemarau di sejumlah wilayah.

Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 30 desa di tujuh kecamatan dilaporkan mengalami kekeringan dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 93.250 jiwa.

Penetapan status darurat itu dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan kaji cepat yang menunjukkan mulai terjadinya krisis air bersih di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Belik dan Pulosari.

Baca Juga: Nobar Piala Dunia 2026 Libatkan Pelaku UMKM, Bupati Tegal : Menggerakkan Ekonomi Daerah

Status darurat ditetapkan melalui Keputusan Bupati Pemalang dan berlaku sejak 1 Juli 2026 lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan penetapan status darurat dilakukan sebagai respons terhadap prakiraan musim kemarau panjang.

Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026 akibat fenomena hidrometeorologi kering.

Baca Juga: TMMD di Desa Banyumudal Pemalang Dorong Pembangunan untuk Kesejahteraan Warga

Setelah status darurat diberlakukan, BPBD membentuk Pos Komando Penanganan Darurat Bencana yang bertugas melakukan pemantauan, pendataan, serta menerima usulan bantuan dari desa dan kecamatan yang terdampak kekeringan.

Selain posko di tingkat kabupaten, BPBD juga mengaktifkan posko di seluruh kecamatan untuk mempercepat koordinasi penanganan.

Pemerintah desa dilibatkan dalam proses pendataan agar distribusi bantuan air bersih dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD terus mengintensifkan pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak.

Sebanyak enam truk tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter disiagakan dengan target empat kali pengiriman setiap hari.

Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari PMI, PDAM, Baznas, hingga sejumlah komunitas masyarakat yang turut melakukan droping air bersih.

"Sejak 1 Juli pukul 09.00 WIB kami sudah mulai melakukan droping air ke desa-desa terdampak." kata Agus Ikmaludin, Selasa 14 Juli 2026.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait