Plt Bupati Pemalang Janji Kawal Kasus Dugaan Perundungan Hingga Tuntas

Senin, 5 Oktober 2026 | 15.34 WIB
puskapik

Pemkab Pemalang memastikan mengawal kasus dugaan perundungan yang berujung kematian MHAQ (7) hingga tuntas. Evaluasi dan sanksi tegas terhadap pihak sekolah disiapkan.

PEMALANG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang memastikan bakal mengawal kasus dugaan perundungan yang berujung kematian MHAQ (7) murid kelas II SD Negeri 1 Kebondalem, hingga tuntas.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, usai beraudiensi dengan perwakilan massa wali murid dan masyarakat di SD 1 Kebondalem Pemalang, Senin 5 Oktober 2026, pagi.

Nurkholes, mengatakan, dirinya sudah menemui perwakilan wali murid dan masyarakat. Ia pun menampung berbagai aspirasi mereka, terutama agar kasus dugaan perundungan tersebut diusut tuntas.

Baca Juga: Sekolah Korban Perundungan di Pemalang Digeruduk Ratusan Wali Murid

"Pemerintah berkomitmen bahwa kita tidak mentolerir bullying. Dan kita akan mengusut ini secara tuntas agar terang benderang," terang Nurkholes.

Dalam audiensi itu, Plt Bupati Nurkholes juga mendapat banyak aduan dugaan bullying yang selama ini terjadi di SD Negeri 1 Kebondalem namun lepas dari pengawasan guru dan kepala sekolah.

"Jadi banyak, masih ada beberapa, dan ternyata ada bullying itu yang terjadi 16 tahun yang lalu juga tadi ada. Nah, ini fenomena yang harus kita sikapi yang ke depannya harus lebih baik untuk kita atasi." tuturnya.

Baca Juga: 1.453 Calon Jemaah Haji Kendal Mulai Urus Paspor untuk Keberangkatan 2027

Apabila terbukti ada unsur kelalaian ataupun pelanggaran yang dilakukan pihak sekolah, Nurkholes memastikan bakal menjatuhkan sanksi tegas. Bahkan yang bersangkutan bisa dipindahtugaskan.

"Sesegera mungkin kita lakukan evaluasi terhadap kepala sekolah dan tentunya kita akan ambil tindakan tegas. Dan kalau bisa kita ya kita pindah, tidak boleh ada di sekolah ini lagi." tegas Nurkholes.

"Ya, pasti ada hukuman disiplin. Nanti, nanti akan ada hukuman disiplin." lanjutnya.

Lebig jauh, Nurkholes menyebut, kasus dugaan bullying ini bakal menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam upaya menciptakan sekolah ramah anak yang aman dan nyaman bagi pelajar.

"Iya, tentu nanti kita lakukan semuanya. Ini lagi dibentuk satgas untuk penanganan bullying yang saat ini ada." jelas Nurkholes.

"Jadi ini nanti sinergis dengan Itwil, BPKSDM, Ombudsman. Kita kerja sama dengan Ombudsman dan KPAI untuk melakukan itu." lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan wali murid menggeruduk SD Negeri 1 Kebondalem Kabupaten Pemalang buntut dugaan perundungan yang berujung kematian MHAQ (7) murid kelas II SD setempat, Senin 5 Oktober 2026.

Pantauan puskapik.com, massa yang datang langsung memadati gerbang sekolah. Mereka meminta pihak sekolah memberikan kejelasan dan bertanggung jawab atas kasus dugaan perundungan atau bullying yang dialami MHAQ.

"Usut tuntas, gurunya seret suruh keluar. Tutup aja sekolahnya pak!" seru massa yang didominasi emak-emak itu.

Aksi protes ratusan wali murid itu pun mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Massa yang datang berusaha merangsek masuk ke sekolah. Aksi saling dorong pun sempat terjadi.

Artikel Terkait