Punya Pantai Hingga Gunung, Pemalang Dorong Pariwisata Jadi Sektor Unggulan

Minggu, 13 September 2026 | 07.02 WIB
puskapik

Pemkab Pemalang mendorong pariwisata menjadi sektor unggulan dengan mengembangkan potensi pantai, gunung, seni, dan budaya serta memanfaatkan akses tol untuk menarik wisatawan.

PEMALANG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang terus mendorong sektor pariwisata agar menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.

Pengembangan tersebut dinilai membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang tangguh, pengelolaan potensi wisata, serta sinergi lintas sektor.

Komitmen itu disampaikan Plt. Bupati Pemalang Nurkholes saat memberikan arahan dalam kegiatan Capacity Building for Tourism Awareness bertema “Sumber Daya Tangguh, Pariwisata Tumbuh” yang berlangsung di Pendopo Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pemalang, Jumat 11 September 2026.

Baca Juga: Belum Beraksi, 4 Remaja Diduga Gangster Keburu Diciduk Warga Bojong Pekalongan, 6 Celurit Disita

Nurkholes mengungkapkan bahwa keinginannya mengembangkan sektor pariwisata di Pemalang telah muncul sejak lama.

Ia melihat daerah ini memiliki kekayaan alam, seni, dan budaya yang dapat menjadi modal besar untuk membangun destinasi wisata.

“Pemalang ini potensi alamnya luar biasa, potensi seniman dan budayanya juga luar biasa. Kalau saya membandingkan, Pemalang itu hampir seperti Bali. Ada pantai, ada gunung, ada sungai besar yang keindahannya juga luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga: Lintasan Batu dan Pasir Cacaban Tegal Uji Ketangguhan Offroader Nasional

Menurut Nurkholes, keinginan untuk ikut membangun Pemalang juga menjadi salah satu pertimbangan ketika dirinya memutuskan pensiun dini sebagai ASN pada 2022 dan kemudian terjun ke dunia politik.

“Saya maju sebagai Wakil Bupati saat itu memang hanya ingin memajukan Pemalang. Tidak ada niat lain,” katanya.

Ia menilai potensi yang dimiliki Pemalang perlu diikuti dengan langkah konkret agar tidak berhenti sebatas kekayaan alam dan budaya. Salah satunya melalui penyelenggaraan kegiatan yang mampu mempertemukan berbagai potensi daerah dalam satu agenda.

Nurkholes mengatakan pihaknya tengah mendorong sebuah event yang menggabungkan unsur seni, budaya dan potensi alam, terutama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang.

“Kita ingin membuat satu event yang langsung mengkolaborasi budaya, seni, dan potensi alam,” ungkapnya.

Akses Tol Harus Jadi Peluang

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Kementerian Pariwisata RI Dwi Marten Yono yang menjadi narasumber menyoroti posisi strategis Pemalang dari sisi aksesibilitas.

Menurutnya, keberadaan jalan tol yang dilintasi jutaan orang merupakan peluang besar bagi Pemalang. Namun, akses tersebut belum cukup apabila tidak diikuti dengan daya tarik yang mampu membuat pengguna tol singgah dan membelanjakan uangnya di daerah.

“Bagaimana kalau akses Pemalang luar biasa, tinggal bagaimana nanti Pak Plt Bupati dengan tim ini membuat magnet-magnet baru sehingga orang terpaksa keluar exit tol Pemalang dan akhirnya belanja. Minimal makan siang, grombyang,” tuturnya.

Dwi menjelaskan, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan objek atau atraksi wisata. Berbagai fasilitas pendukung, mulai dari hotel, restoran hingga sarana wisata, juga harus dipersiapkan agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama di Pemalang.

Ketersediaan akomodasi, lanjutnya, menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Sebab, semakin banyak event dan aktivitas wisata yang digelar, kebutuhan terhadap hotel maupun fasilitas pendukung lainnya juga akan ikut meningkat.

Dwi menegaskan pengembangan pariwisata harus menjadi kerja bersama dan mendapat komitmen kuat dari pemerintah daerah.

“Kalau hanya komitmen Ketua Pokdarwis tidak akan bisa. Bupati harus komit untuk memang pariwisata menjadi sektor unggulan di Pemalang. Kerja tim, tidak bisa Pak Plt Bupati sendirian, Pak Sekda sendirian. Semua tim harus bergerak,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Dwi juga membagikan pengalaman pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi. Menurutnya, kemajuan sektor wisata di daerah tersebut dibangun melalui proses panjang dan konsistensi.

Pengembangan dilakukan dengan memperkuat event, aksesibilitas serta amenitas secara bertahap. Ketika aktivitas wisata mulai meningkat dan pasar wisatawan terbentuk, kebutuhan terhadap akomodasi pun ikut tumbuh.

Ia berharap pola tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemalang dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

Menurutnya, diperlukan kreativitas sekaligus keberanian untuk meningkatkan kualitas pengembangan pariwisata.

“Setelah efisiensi ini harus ‘kere aktif’. Kreativitas itu enggak cukup, harus naik level sekarang,” katanya. **

Artikel Terkait