Belum Beraksi, 4 Remaja Diduga Gangster Keburu Diciduk Warga Bojong Pekalongan, 6 Celurit Disita

Empat remaja diduga gangster diamankan warga Bojong, Kabupaten Pekalongan, sebelum beraksi. Polisi menyita enam celurit, lima sepeda motor, dan tiga ponsel.
PEKALONGAN, puskapik.com - Belum sempat beraksi, gerombolan remaja yang diduga hendak melakukan aksi gangster atau kreak keburu diamankan warga.
Empat remaja diserahkan ke Polsek Bojong bersama enam senjata tajam jenis celurit.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2026) dini hari. Sekitar pukul 03.40 WIB, warga Desa Babakan Kidul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengamankan sekelompok remaja yang berada di belakang Warung Ibu Ana Rosita, Desa Babakan Kidul.
Baca Juga: Lintasan Batu dan Pasir Cacaban Tegal Uji Ketangguhan Offroader Nasional
Para remaja tersebut kemudian diserahkan kepada petugas piket Polsek Bojong untuk menjalani pemeriksaan.
Empat remaja yang diamankan masing-masing berinisial A (16), MA (16), MS (17), dan HD (17). Mereka diketahui berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan.
Yang membuat situasi kian serius, polisi menemukan enam celurit dari kelompok tersebut.
Baca Juga: 135 Pereli Adu Nyali Trek Ekstrem 5,5 Km di Kejurnas Sprint Rally 2026 KEK Industropolis Batang
Selain senjata tajam, petugas juga mengamankan lima unit sepeda motor dan tiga unit telepon seluler.
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, S.H saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyerahan empat remaja tersebut kepada petugas Polsek Bojong.
“Petugas piket Polsek Bojong menerima penyerahan kelompok remaja yang sebelumnya diamankan warga karena diduga sebagai gangster atau kreak. Mereka kemudian diamankan bersama barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Suwarti.
Menurutnya, keberadaan enam celurit menjadi perhatian serius kepolisian. Petugas akan mendalami asal-usul senjata tajam tersebut serta aktivitas para remaja ketika berada di lokasi.
“Masih dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui tujuan dan aktivitas mereka, termasuk keterkaitan dengan kemungkinan adanya tindak pidana,” jelasnya.
Suwarti juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera menyerahkan para remaja tersebut kepada kepolisian.
Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.