Lintasan Batu dan Pasir Cacaban Tegal Uji Ketangguhan Offroader Nasional

Kejuaraan Nasional Adventure Offroad 2026 di Waduk Cacaban Tegal menguji 66 offroader dengan lintasan batu, pasir, dan tanjakan ekstrem sekaligus mempromosikan wisata daerah.
TEGAL, puskapik.com - Di tepian Waduk Cacaban, yang biasanya tenang, deru mesin dan gemuruh ban memecah suasana, Sabtu 12 September 2026.
Lintasan tanah, batu dan pasir berubah menjadi arena adu nyali dalam Kejuaraan Nasional Adventure Offroad 2026.
Sebuah panggung yang tak hanya menguji keterampilan, tetapi juga memperkenalkan wajah lain pariwisata Kabupaten Tegal.
Berbeda dari lintasan offroad yang kerap identik dengan kawasan tambang atau galian C, seri di Tegal menawarkan lanskap yang kontras.
Baca Juga: 135 Pereli Adu Nyali Trek Ekstrem 5,5 Km di Kejurnas Sprint Rally 2026 KEK Industropolis Batang
Hamparan waduk menjadi latar, sementara jalur ekstrem membentang di depannya.
"Selama ini kita main di area tambang. Di sini suasananya beda, dekat waduk, pemandangannya bagus. Ini pengalaman baru," ujar Organizing Committee, Herry Rinjani.
Sebanyak 66 peserta ambil bagian setelah panitia membatasi jumlah starter demi menyesuaikan kapasitas lintasan dan paddock.
Baca Juga: Dewan Hakim MTQ Nasional 2026 Dikukuhkan, Menag Dorong Standar Penilaian MTQ Mendunia
Awalnya, pendaftar mencapai sekitar 70 orang. Namun, keterbatasan ruang memaksa panitia menghentikan pendaftaran lebih awal.
Para offroader terbagi dalam empat kelas berdasarkan kapasitas mesin, mulai dari G1 di bawah 1.000 cc hingga G4 atau free for all atau FFA di atas 4.800 cc.
Karakter lintasan di Cacaban, menurut Herry, menjadi tantangan tersendiri.
Kombinasi batu dan pasir, menciptakan tingkat kesulitan berbeda dibanding seri sebelumnya yang didominasi debu kering.
Kejuaraan ini merupakan putaran keempat dari lima seri nasional tahun 2026, setelah sebelumnya digelar di Semarang, Palangka Raya dan Pasuruan.
Usai Tegal, rangkaian akan berlanjut ke Jawa Barat sebagai penutup musim.