Sekda Pemalang Tekankan Efisiensi Anggaran 2027, OPD Diminta Fokus Program Prioritas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 08.22
puskapik

Sekda Pemalang Bagus Sutopo meminta OPD menyusun program 2027 secara selektif dan efisien. Anggaran terbatas harus diarahkan pada kegiatan yang menjadi prioritas.

PEMALANG, puskapik.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang, Bagus Sutopo, mendorong OPD lebih selektif menyusun program 2027 di tengah keterbatasan anggaran. Ia menegaskan program yang disusun harus berdasarkan skala prioritas.

Hal itu disampaikan Bagus Sutopo saat memimpin apel bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pemalang, Senin 10 Agustus 2026.

Apel yang digelar di Lapangan Tenis Indoor Sekretariat Daerah (Setda) Pemalang tersebut menjadi pelaksanaan apel bersama perdana bagi ASN di lingkungan Sekretariat Daerah.

Baca Juga: Bangunkan Lahan Tidur di Jateng, Ahmad Luthfi Targetkan Revola Direplikasi di 35 Daerah

Kegiatan itu diikuti seluruh jajaran ASN untuk memastikan kesiapan sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Bagus Sutopo mengatakan, sebelumnya apel pagi dilaksanakan secara terpisah oleh masing-masing kantor, baik yang berada di lingkungan Pendopo maupun Sekretariat Daerah.

Kini, pelaksanaan apel disatukan sebagai upaya mempererat kebersamaan dan membangun semangat korsa di kalangan ASN.

“Harapannya apel pagi ini memberikan dampak yang baik, tempatnya juga lebih representatif. Untuk pembina apel nantinya akan bergiliran menyesuaikan,” ujarnya.

Baca Juga: Kemendagri Sidak ke Disdukcapil Brebes, Dorong Warga Aktivasi IKD

Selain menekankan kebersamaan, Bagus meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai mengevaluasi program dan kegiatan yang akan disusun dalam penganggaran tahun 2027.

Ia meminta setiap OPD menyusun program berdasarkan skala prioritas. Kegiatan yang dinilai penting harus dipastikan tetap masuk dalam agenda, sementara program non-prioritas tidak perlu dipaksakan.

“Kita harus bisa menentukan mana yang menjadi skala prioritas. Jangan sampai program prioritas justru tidak teragendakan, sementara program yang tidak prioritas malah dimunculkan,” katanya.

Menurut Bagus Sutopo, keterbatasan anggaran harus menjadi pertimbangan dalam setiap penyusunan program.

Prinsip efisiensi, kata dia, perlu diterapkan bersama sehingga anggaran yang tersedia dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang benar-benar dibutuhkan.

Ia juga meminta tidak ada lagi pembagian persepsi mengenai OPD “basah” dan “kering”. Bagus Sutopo menegaskan seluruh ASN merupakan bagian dari satu institusi pemerintahan dengan kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait