Seperti di Tegal, Kabupaten Pemalang Antisipasi Bencana Tanah Bergerak

Pemerintah Kabupaten Pemalang bakal melakukan pemetaan wilayah sebagai langkah antisipasi bencana tanah bergerak seperti di Padasari Kabupaten Tegal
PEMALANG, puskapik.co – Pemerintah Kabupaten Pemalang bakal melakukan pemetaan wilayah sebagai langkah antisipasi bencana tanah bergerak seperti yang terjadi di daerah tetangganya.
Seperti diketahui, belakangan ini marak terjadi fenomena alam tanah bergerak di sekitar Kabupaten Pemalang.
Peristiwa itu pertama kali terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal hingga mengakibatkan setidaknya 863 rumah rusak dan 2.461 jiwa terpaksa harus mengungsi.
Baca Juga: Update Rencana Perubahan RTRW, Pemkot Tegal Mulai Susun Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Tak hanya di Tegal, fenomena serupa juga terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Pekalongan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan pihaknya siap melakukan pemetaan guna mengantisipasi fenomena tanah bergerak.
“Ke depan kita berupaya untuk melakukan pemetaan dan tentunya kita akan menggandeng tenaga profesional,” ujar Agus Ikmaludin kepada wartawan, Kamis 12 Februari 2026.
Agus Ikmaludin menambahkan, munculnya aktivitas tektonik di sekitar wilayah Pemalang menjadi perhatian serius. BPBD akan melakukan kajian sebagai langkah mitigasi kebencanaan.
“Karena muncul aktivitas pergerseran lempeng bumi atau aktivitas tektonik di sekitar Pemalang, maka kita perlu melakukan kajian yang mana adalah bagian dari langkah mitigasi,” tuturnya.
Sebagai informasi, Kabupaten Pemalang termasuk wilayah yang dilintasi sesar aktif di Pulau Jawa.
Sesar yang melintasi wilayah Pemalang, yakni Baribis-Kendeng, merupakan sesar aktif sepanjang 9 kilometer yang berpotensi memicu gempa bumi dangkal di wilayah Jawa Tengah.
Baca Juga: Bikin Gempar Satu Keluarga di Pemalang, Biawak Masuk Kulkas, Kok Bisa?
Sesar tersebut merupakan bagian dari zona patahan naik yang membentang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Struktur tanah yang relatif lunak di wilayah Pantura (Pantai Utara Jawa) membuat kawasan ini memiliki risiko tinggi terhadap dampak aktivitas tektonik.***
Artikel Terkait

DPRD Pemalang Imbau Bijak Bermedsos, Pelecehan Berbasis AI Bisa Dijerat UU ITE

Coktas di Tiga Desa Ulujami, Bawaslu Pemalang Pastikan Akurasi Data Pemilih

Bawaslu Pemalang Gandeng ITB Adias Perkuat Pendidikan Politik dalam Pemilu 2029
