Simulasi Erupsi Gunung Slamet Warnai Pengukuhan KSB Penakir di Pemalang

Selasa, 19 Mei 2026 | 22.13
puskapik

Simulasi erupsi Gunung Slamet warnai pengukuhan KSB Desa Penakir Pemalang sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

PEMALANG, puskapik.com – Suasana mencekam sempat menyelimuti halaman Pendopo Kabupaten Pemalang saat suara gemuruh dari Gunung Slamet disusul sirine darurat berbunyi, Senin 18 Mei 2026.

Warga yang berada di lokasi tampak berlarian menyelamatkan diri, sejumlah orang digambarkan tertimpa bangunan roboh. Relawan pun sigap datang dan berjibaku mengevakuasi korban.

Rupanya peristiwa itu merupakan bagian dari simulasi kesiapsiagaan bencana yang digelar relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Baca Juga: Jawa Tengah Launchinng "Kencan Bumil", Wagub Berharap Turunkan Angka Kematian Bayi dan Ibu Hamil

Kegiatan ini merupakan inisiasi Kementerian Sosial RI sebagai upaya meningkatkan respons cepat menghadapi potensi bencana, khususnya erupsi Gunung Slamet.

Simulasi kesiapsiagaan itu pun turut disaksikan Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, serta Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.

Sebelumnya, KSB Desa Penakir dikukuhkan oleh Bupati Pemalang. Mereka terdiri dari berbagai unsur, mulai dari relawan masyarakat Penakir, BPBD, Satpol PP, Basarnas, dan relawan lainnya.

Baca Juga: Satlantas Polres Batang Alihkan Kendaraan Sumbu Tiga dari Arah Timur Masuk Gerbang Tol Kandeman, Ada Apa?

Dalam kesempatan itu, Wamensos Agus Jabo juga meninjau langsung kesiapan peralatan dan personel, sekaligus memberikan arahan kepada para relawan Kampung Siaga Bencana.

"Di wilayah Kabupaten Pemalang sering terjadi bencana, oleh karena itu kita semua harus peduli dan tanggap bencana,” ujar Agus Jabo Priyono.

Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur KSB dalam menghadapi kondisi darurat. Respons cepat dinilai krusial untuk meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat.

"Masyarakat menjadi prioritas utama, karena keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi." tegasnya.

Wamensos juga memastikan Kementerian Sosial RI akan segera menyalurkan bantuan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana dan pemerintah daerah telah menetapkan status darurat.

Simulasi penanganan bencana erupsi ini menjadi yang pertama dilaksanakan KSB Desa Penakir. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk antisipasi, seiring meningkatnya aktivitas Gunung Slamet. **

Artikel Terkait