Soal Seragam Sekolah, Dindikpora Pemalang : Tidak Ada Arahan Ke Toko Tertentu

Selasa, 7 Juli 2026 | 06.16
puskapik

Dindikpora Pemalang menegaskan tidak pernah menginstruksikan sekolah mengarahkan pembelian seragam ke toko tertentu. Orang tua bebas membeli seragam nasional dan Pramuka di mana saja.

PEMALANG, puskapik.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang menegaskan tak pernah menginstruksikan sekolah untuk mengarahkan murid baru membeli bahan seragam ke toko tertentu.

Hal itu diungkapkan Kepala Dindikpora Kabupaten Pemalang, Supa'at. Ia memastikan siswa-siswi baru dibebaskan untuk membeli bahan seragam nasional serta seragam pramuka dimanapun mereka mau.

"Semuanya diserahkan ke orang tua untuk belanja sendiri, tidak ada arah-arahan, monggoh terserah," tutur Supa'at kepada puskapik.com via telepon, Senin 6 Juli 2026.

Baca Juga: Tim Basket SMA 1 Slawi Dominasi Turnamen Basket Hari Bhayangkara Ke-80 Polres Tegal

Namun demikian untuk seragam identitas atau batik sekolah, kata Supa'at, memang menjadi kebijakan masing-masing sekolah. Dirinya pun tidak tahu menahu perihal itu.

"Kecuali mungkin pakaian identitas, sekolah mungkin yah, saya enggak tahu kalau yang itu," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wali murid di Kabupaten Pemalang merasa kesal lantaran dipermainkan saat hendak membeli seragam sekolah untuk anaknya. Ia diarahkan ke toko tertentu, lalu diminta membeli seluruh bahan seragam sekolah.

Baca Juga: Merasa Dipermainkan, Wali Murid di Pemalang Protes Pembelian Seragam Sekolah

Pengalaman tak mengenakkan itu dialami Heppy, wali murid baru di SMP Negeri 2 Taman. Dirinya lantas mendatangi SMP Negeri 2 Taman untuk meminta penjelasan dari kepala sekolah, Senin 6 Juli 2026, pagi.

Heppy menuturkan, sehari sebelumnya ia datang ke sekolah untuk membeli sejumlah perlengkapan, seperti emblem kain, seragam olahraga, dan seragam batik. Namun saat itu, seragam batik tidak tersedia di koperasi sekolah.

"Saya tanya ke pihak sekolah, 'beli (bahan) batiknya dimana?', saya diarahkan ke Toko Istra. Kalau seragam yang lain boleh beli yang sudah dijahit (pakaian jadi)," tutur Heppy.

Mengikuti arahan tersebut, Heppy lantas mendatangi Toko Istra untuk membeli bahan seragam batik. Tetapi setibanya di toko, ia tak diperbolehkan membeli sepotong bahan seragam batik sekolah anaknya.

Pihak Toko Istra mengharuskan pembelian dalam satu paket yang berisi bahan seragam OSIS (nasional), Pramuka, dan batik SMP Negeri 2 Taman dengan harga sekitar Rp600 ribu. **

Artikel Terkait