Soroti IPM Rendah hingga Kemiskinan, Noor Rosyadi : Sekda Pemalang Tak Sekadar Penggerak Birokrasi

Anggota DPRD Pemalang, Dr. H. Noor Rosyadi, menekankan pentingnya sosok Sekda yang mampu bekerja cepat, tepat, dan memberikan dampak nyata bagi penyelesaian persoalan strategis daerah.
PEMALANG, puskapik.com – Menjelang penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif, Anggota DPRD Pemalang, Dr. H. Noor Rosyadi, menekankan pentingnya sosok Sekda yang mampu bekerja cepat, tepat, dan memberikan dampak nyata bagi penyelesaian persoalan strategis daerah.
Menurutnya, ekspektasi publik terhadap Sekda baru cukup tinggi, mengingat berbagai indikator pembangunan di Kabupaten Pemalang masih menghadapi tantangan serius.
Salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sudah hampir satu dekade terakhir berada di posisi terbawah di Jawa Tengah.
Baca Juga: Taj Yasin Pastikan Huntara untuk Pengungsi Tanah Bergerak di Ponpes Sirampog Brebes Segera Dibangun
Noor Rosyadi menyebut kondisi Kabupaten Pemalang yang demikian menjadi peringatan bahwa diperlukan langkah luar biasa, terukur, dan berkelanjutan agar Pemalang tidak terus-menerus berada di peringkat akhir.
“Sekda sebagai motor penggerak birokrasi dituntut mampu mengorkestrasi kebijakan lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat,” tegas Noor Rosyadi, Jumat 27 Maret 2026.
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti rendahnya angka partisipasi pendidikan yang berdampak pada rata-rata lama sekolah sekitar 6,5 tahun atau setara lulusan sekolah dasar.
Hal ini, kata Noor, harus menjadi prioritas penanganan melalui program yang lebih progresif dan tepat sasaran.
Selain itu, Noor Rosyadi mengingatkan tingkat kemiskinan yang masih berada di angka 13,32 persen serta tingginya angka pengangguran membutuhkan kebijakan ekonomi yang lebih konkret.
Program pengentasan kemiskinan, lanjutnya, tidak boleh hanya bersifat administratif, melainkan harus menyentuh akar persoalan melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Sekda harus memastikan program pengentasan kemiskinan tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar menyentuh akar persoalan melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta optimalisasi potensi daerah." ujar Noor Rosyadi.
Baca Juga: Polres Tegal Kota Tangkap 9 Pengedar Narkoba dan Sita 1.120 Obat Berbahaya
Di sektor infrastruktur, politisi senior ini menilai masih banyak kondisi jalan yang masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
Noor berharap Sekda yang baru mampu mengoordinasikan perangkat daerah agar percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur berjalan efektif, terencana, dan merata.
Sementara dalam aspek pengelolaan keuangan daerah, Noor Rosyadi menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang mencapai Rp144 miliar pada 2024 dan Rp156 miliar pada 2025. Menurutnya, hal itu menjadi indikator perlunya perbaikan dalam perencanaan dan eksekusi anggaran.
Artikel Terkait

DPRD Pemalang Imbau Bijak Bermedsos, Pelecehan Berbasis AI Bisa Dijerat UU ITE

Coktas di Tiga Desa Ulujami, Bawaslu Pemalang Pastikan Akurasi Data Pemilih

Bawaslu Pemalang Gandeng ITB Adias Perkuat Pendidikan Politik dalam Pemilu 2029
