Membaca Ulang Arah Evaluasi Pendidikan, Telaah Ujian Nasional

Perubahan wajah evaluasi pendidikan di Indonesia menandai sebuah pergeseran penting, dari sistem yang menekankan hafalan menuju pendekatan yang mengutamakan nalar
Penulis : Mughni Ma'mun, Praktisi Pendidikan
puskapik.com - Perubahan wajah evaluasi pendidikan di Indonesia menandai sebuah pergeseran penting, dari sistem yang menekankan hafalan menuju pendekatan yang mengutamakan nalar.
Dalam lanskap ini, perbandingan antara Ujian Nasional (UN) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) menjadi cermin arah baru kebijakan pendidikan.
Selama kurang lebih 15 tahun, Ujian Nasional menjadi instrumen utama dalam mengukur capaian belajar siswa.
Baca Juga: Inovasi Haji 2024, Kebahagiaan Jamaah Haji Indonesia
Berbasis pada konten dan hafalan, Ujian Nasional dirancang untuk menilai sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran secara serentak di seluruh Indonesia.
Fungsi utamanya jelas, yaitu menciptakan standar nasional yang dapat menjadi tolak ukur kualitas pendidikan antar daerah.
Dengan menggunakan format soal pilihan ganda yang cenderung faktual, Ujian Nasional menuntut ketepatan dalam memilih jawaban yang benar berdasarkan ingatan terhadap materi yang telah dipelajari.
Indikator yang digunakan dalam Ujian Nasional pun mencerminkan pendekatan tersebut. Kemampuan mengingat (recall) menjadi kunci, diikuti oleh ketepatan dalam memilih jawaban.
Selain itu, penguasaan fakta, rumus, dan definisi menjadi aspek penting yang diukur.


