Sosialisasi PIP, Anggota DPR RI Agung Widyantoro : Jangan Ada Anak Putus Sekolah di Brebes

Sabtu, 23 Mei 2026 | 22.03
Sosialisasi PIP
Anggota DPR RI Agung Widyantoro sosialisasi beasiswa PIP di SMA Negeri 1 Bantarkawung, Brebes.

Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, menggelar sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) di Kecamatan Bantarkawung, Salem, dan Bumiayu, Kabupaten Brebes

BREBES, puskapik.com – Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, menggelar sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) di Kecamatan Bantarkawung, Salem, dan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Minggu, 23 Mei 2026.

Sosialisasi yang dirangkai dengan penyerahan SK penerima bantuan PIP tersebut digelar di SMPN 04 Bumiayu, SMA Negeri 1 Salem, SMA Negeri 1 Bantarkawung, SDN Pangebatan 05, dan SDN Laren 01.

PIP merupakan program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat yang menyasar siswa dari keluarga tidak mampu agar tidak putus sekolah. Program ini dapat diakses melalui dua jalur.

Baca Juga: Pemkot Tegal Siapkan 222 SPKLU, Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pertama, jalur reguler, yakni pengusulan nama calon penerima dilakukan oleh pihak sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) berdasarkan data siswa yang memenuhi kriteria.

Kedua, jalur aspirasi, di mana anggota DPR RI memiliki kuota untuk mengusulkan nama calon penerima dari daerah pemilihannya langsung kepada Kementerian Pendidikan untuk diverifikasi.

"Masyarakat dan pihak sekolah bisa mengajukan nama calon penerima melalui jalur mana pun yang tersedia. Semua akan diverifikasi oleh kementerian sebelum ditetapkan," kata Agung saat berada di SMA Negeri 1 Bantarkawung.

Di SMA Negeri 1 Bantarkawung sendiri, ada 194 siswa penerima beasiswa PIP jalur aspirasi.

Agung menegaskan, tidak boleh ada satu pun anak yang terpaksa berhenti sekolah hanya karena keterbatasan biaya.

Ia mendorong orang tua dan pihak sekolah untuk aktif memanfaatkan program PIP melalui jalur yang tersedia.

Baca Juga: Bupati Batang Lantik Nashruddin Camat Bandar Jadi Kepala Disdukcapil, Ingatkan Digitalisasi Sistem Pemerintahan

"Jangan ada anak putus sekolah. Kalau ada yang belum dapat, segera ajukan. Program ini hadir untuk memastikan semua anak bisa terus belajar," tegasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Agung juga mengingatkan agar dana PIP digunakan sesuai peruntukannya. Yaitu untuk kebutuhan pendidikan seperti alat tulis, seragam, tas, dan sepatu sekolah.

"Jangan sampai bantuan ini digunakan untuk keperluan konsumtif yang tidak berkaitan dengan pendidikan," katanya.

Kepala SMA Negeri 1 Bantarkawung, M Zaenal Alimin, menilai PIP memberi dampak nyata bagi keberlangsungan pendidikan siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. "Alhamdulillah, ini wujud nyata perhatian pemerintah pusat melalui wakil rakyatnya terhadap pendidikan di daerah," ujarnya.***

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait