Pemkot Tegal Siapkan 222 SPKLU, Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemkot Tegal menargetkan pembangunan 222 SPKLU pada Agustus 2026 guna mempercepat ekosistem kendaraan listrik dan transportasi ramah lingkungan.
TEGAL, puskapik.com - Pemerintah Kota Tegal menargetkan pembangunan 222 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU pada Agustus 2026 sebagai langkah konkret mempercepat ekosistem kendaraan listrik di daerah.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam seminar internasional bertema kolaborasi industri, akademisi, dan pemerintah yang digelar di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurut Dedy Yon, penyediaan SPKLU menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi transportasi berbasis energi bersih sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masa depan.
"Pemkot Tegal siap mendukung kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur, salah satunya pembangunan SPKLU," ujar Dedy Yon.
Selain fokus pada infrastruktur, Pemkot Tegal juga memperkuat sektor SDM melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Pengembangan SDM Perhubungan.
Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi aparatur dan mendorong inovasi transportasi yang aman dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pelantikan 14 DPK KNPI, Ini Pesan Wabup Batang Soal Peran Pemuda
Dedy Yon menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri menjadi kunci dalam menghadapi tantangan transportasi ke depan, termasuk percepatan adopsi kendaraan listrik.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Bambang Siswoyo, menilai transformasi transportasi darat, khususnya kendaraan listrik, membuka peluang besar bagi kemajuan sektor transportasi nasional.
"Kunci utamanya adalah sinergi antara industri dan pemerintah," kata Bambang.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Suharto, yang menyebut kendaraan listrik sebagai solusi efisiensi energi di tengah meningkatnya biaya bahan bakar minyak.
Suharto juga mengapresiasi langkah Pemkot Tegal yang dinilai progresif dalam menyiapkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik. **


