Sukseskan Program Bina Desa Sakti, UPS Tegal Terjunkan 1.025 Mahasiswa

UPS Tegal menerjunkan 1.025 mahasiswa KKN Program Bina Desa Sakti 2026 ke 70 desa di tiga provinsi untuk mendorong pembangunan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
TEGAL, puskapik.com - Sebanyak 1.025 mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, kini telah diterjunkan di desa terpencil, sebagai upaya memberikan manfaat langsung dan mendorong peran serta masyarakat pedesaan, dalam pembangunan desa.
Mahasiswa dari berbagai program studi dan fakultas, akan disebar di 70 Desa, Sembilan Kecamatan, Sembilan Kabupaten, yang berada di wilayah tiga provinsi di Pulau Jawa, sudah diberangkatkan, sejak Senin (13/7).
Mereka kini sudah sudah berada di wilayah tujuan di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. Meliputi Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, Kebumen, Purworejo dan Wonosobo.
Baca Juga: Taj Yasin Pastikan TMMD Menjangkau Desa Terpencil, Buka Akses dan Peluang Ekonomi
Kemudian pada hari yang sama diberangkatkan menuju dua wilayah kabupaten di Jawa Barat, seperti Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon. Sedangkan di Jawa Timur, ada di Kabupaten Ngawi.
Semua desa di seluruh kabupaten tersebut, yang tersebar di tiga provinsi, sudah disurvei LPPM UPS Tegal, untuk menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Bina Desa Sakti (BDS) Tahun 2026.
Baca Juga: BRI Peduli Salurkan Beasiswa bagi Taruna Berprestasi PKTJ Tegal
''Pelaksanaan KKN harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sejalan dengan slogan UPS Tegal. Yakni, Inovatif, Adaptif, Global. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, diharapkan dapat mengimplementasikan program kerja yang menyentuh lima pilar utama. Yaitu pilar pendidikan, pilar ekonomi, pilar kesehatan, pilar lingkungan, dan pilar jati diri masyarakat,'' terang Rektor UPS Tegal Prof Dr Taufiqulloh MHum, saat melepas ribuan mahasiswanya melaksanakan program KKN, kemarin.
Rektor mencontohkan sebuah implementasi dari dampak nyata. Seperti mahasiswa yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi, dapat mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence-AI) kepada masyarakat.
Hal itu dinilainya sebagai salah satu bentuk inovasi dan transfer pengetahuan.
Karena itulah, lanjut dia, kehadiran mahasiswa di desa, diharapkan dapat menghadirkan solusi kreatif, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.
Koordinasi Intensif
Kepada seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rektor menyampaikan pesan, agar senantiasa membimbing, mengarahkan, serta melakukan koordinasi secara intensif dengan mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Sebab KKN tidak hanya menjadi wadah untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan.
Tetapi juga menjadi proses pembelajaran dalam membangun komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan berkolaborasi di tengah keberagaman latar belakang mahasiswa.
Artikel Terkait

Implemetasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, 135 Mahasiswa UPS Resmi Diterjunkan KKN di Kecamatan Kedungbanteng Tegal

Usung Tema "Upgrade Your Health", FKM UNDIP Gandeng Dinkes dan Puskesmas Edukasi Ratusan Siswa SMAN 1 Slawi
