Guru SMPN 2 Cepiring Kendal Harumkan Nama Kendal Lewat Literasi

Guru SMPN 2 Cepiring, Ana Rahmawati Ningsih, kembali meraih penghargaan MURI 2026 lewat karya literasi, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Kendal.
KENDAL, puskapik.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Kendal. Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 2 Cepiring, Ana Rahmawati Ningsih, S.Pd., M.Pd., kembali menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2026.
Penghargaan tersebut menjadi yang ketiga kalinya diraih secara berturut-turut sejak 2024.
Penghargaan terbaru diperoleh Ana melalui proyek literasi nasional yang diselenggarakan Dandelion Publisher.
Baca Juga: 10 Ribu Nasi Anggi Jadi Rebutan di Haul Pangeran Abinawa Kendal
Dalam proyek tersebut, ia terlibat sebagai penulis kontributor buku Nandikara Arutala, sebuah karya yang berhasil mencatatkan rekor MURI sebagai buku puisi akrostik dengan jumlah penulis terbanyak di Indonesia, melibatkan lebih dari 1.000 penulis.
Dalam buku tersebut, Ana menyumbangkan puisi akrostik berjudul Berjalan di Cahaya Terang.
Puisi itu disusun secara unik dengan memanfaatkan huruf-huruf dari nama lengkapnya sebagai awalan setiap baris puisi.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Salurkan BLT DBHCHT ke 500 Buruh Tani Tembakau di Kabupaten Pekalongan
"Puisi ini saya tulis dari huruf-huruf nama saya. Setiap huruf menjadi awalan pada setiap baris puisi. Setelah lolos kurasi, karya saya dimasukkan ke dalam buku Nandikara Arutala. Piagam penghargaan dari MURI saya terima setelah bukunya terbit," ujar Ana, Kamis (16/7/2026).
Keberhasilan tersebut menambah deretan prestasi yang telah diraih Ana dalam bidang literasi. Pada tahun 2024, ia menerima penghargaan MURI melalui proyek penulisan puisi akrostik bersama tiga peserta didiknya.
Sementara pada 2025, ia kembali mencatatkan namanya dalam rekor MURI lewat karya pentigraf atau cerpen tiga paragraf bersama salah seorang siswa.
Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, pada 2026 Ana mengikuti proyek literasi tersebut secara mandiri. Hal itu karena pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan masa libur sekolah sehingga para siswa tidak dapat dilibatkan.
"Tahun ini saya mencoba sendiri karena siswa masih libur sekolah, sehingga tidak bisa dilibatkan. Alhamdulillah, saya kembali lolos kurasi," katanya.
Bagi Ana, penghargaan yang diraih bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi untuk mengharumkan nama SMP Negeri 2 Cepiring dan Kabupaten Kendal di tingkat nasional melalui dunia literasi.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar untuk terus mengembangkan potensi diri sesuai minat dan bakat masing-masing.


