[EDITORIAL] Giant Seawall dan Penyelamatan Pesisir Pantura

Proyek Giant Seawall dijadikan opsi pemerintah dalam menangani kawasan pesisir utara Jawa, banyak pengamat menyarankan beralih ke metode ramah lingkungan.
puskapik.com - Seorang warga Kendal Siti Rokhanah yang hidup sendirian di tengah genangan air laut dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Kondisi tempat tinggal Siti Rokhanah sudah tidak ideal untuk dihuni karena terkepung banjir rob.
Untuk sementara, Siti Rokhanah ditempatkan di sebuah rumah kos di Perumahan Citra Harmoni 6, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, sembari menunggu proses relokasi dari pemerintah daerah setempat.
Derita yang dialami seorang warga Kendal ini menjadi potret bahwa ancaman rob di pesisir utara Jawa ini butuh penanganan yang serius dan mendesak.
Solusi penyelamatan pesisir mendesak segera direalisasikan secara terpadu dan terarah.
Kejadian yang dialami Siti Rokhanah memberikan pelajaran agar hal serupa tidak merembet ke wilayah lain, daerah tetangga lain wilayah pesisir utara.
Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa telah memberikan sinyal bahwa , rencana pembangunan Giant Seawall yang membentang di kawasan pesisir utara Jawa terus berproses.
Ahli Utama Bidang Kemitraan Daerah dan Masyarakat Pesisir Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa, M Khadik saat berkunjung ke Batang mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai regulasi serta melakukan pemetaan wilayah terdampak dan kebutuhan teknis di lapangan.
Disebutkan, Giant Seawall bukan hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan rob, namun juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan dan pelaku usaha di kawasan pantai utara Jawa.
Di sisi lain, sejumlah tantangan teknis juga masih menjadi perhatian pemerintah, salah satunya terkait keberadaan kabel internet bawah tanah di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak pembangunan tanggul laut raksasa tersebut.
Proyek Giant Seawall yang dijadikan opsi pemerintah dalam menangani kawasan pesisir bukan tanpa kritik.
Metode Ramah Lingkungan
Banyak pengamat menyarankan agar pemerintah beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan.
Selain berdampak pada ekosistem pesisir juga tidak ramah lingkungan termasuk kepentingan ekonomi nelayan.
Karena itu, tidak salah kiranya pemerintah menghitung kembali cara yang lebih strategis ketimbang membangun tanggul raksasa di pantai.
![[EDITORIAL] Predikat WTP Masih Jadi Gincu Pengelolaan Anggaran Pemerintah Daerah](https://puskapik.com/api/uploads/2026/06/462df236-ac2c-448d-8080-0f57556b9d44.webp)
![[EDITORIAL] Perlu Deteksi Dini Peredaran Obat Keras kepada Anak Usia Dini](https://puskapik.com/api/uploads/2026/06/5b74bb0d-aa20-43f2-848d-6f019b311c47.webp)
![[EDITORIAL] Sistem Mudah yang Tak Mudah di SPMB Online](https://puskapik.com/api/uploads/2026/06/7132b7b0-2013-475c-a9cc-b63749c52585.webp)