Aktivitas Gunung Slamet Mulai Turun, Sempat Suhu Kawah Gunung Slamet Tembus 478,7 Derajat Celcius

Jumat, 22 Mei 2026 | 15.10
Gunung Slamet terlihat jelas dari Slawi, Kabupaten Tegal. Aktivitas Gunung Slamet mulai mengalami penurunan.
Gunung Slamet terlihat jelas dari Slawi, Kabupaten Tegal. Aktivitas Gunung Slamet mulai mengalami penurunan.

Aktivitas Gunung Slamet terus menurun meski suhu kawah sempat menyentuh 478,7°C pada April 2026. Masyarakat diminta tetap waspada dan tenang.

SLAWI, puskapik.com - Aktivitas Gunung Slamet terus mengalami penurunan. Namun, suhu kawah Gunung Slamet sempat mencapai 478,7 Derajat Celcius pada pertengahan April 2026.

"Alhamdulillah, aktivitas Gunung Slamet mulai menurun," kata Ketua Pengamanan Jalur Pendakian Kompak Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Sumedi, Jumat 22 Mei 2026.

Dikatakan, berdasarkan data dari Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi periode 13 September 2024 hingga 15 Mei 2026, aktivitas Gunung Slamet dalam kondisi waspada (level II).

Baca Juga: Taj Yasin Apresiasi Peran Media Dongkrak Indeks Demokrasi Jateng

Untuk data suhu kawah Gunung Slamet mulai 1 April 2026, diangka 411,2 derajat celcius. Suhu mengalami peningkatan di tanggal 3 April 2026 mencapai 463 derajat celcius.

Suhu sempat turun diangkat 461,9 derajat celcius. Pada 15 April 2026, suhu sempat mengalami 478,7 derajat celcius.

"Suhu kawah Gunung Slamet masih cukup tinggi dan fluktuatif," ujar Sumedi.

Baca Juga: Dua Terduga Pengedar Sabu Dibekuk di Sragi Pekalongan, Polisi Amankan 9,51 Gram Sabu

Lebih lanjut dikatakan, data terakhir pada 13 Mei 2026, suhu Gunung Slamet mencapai 439,3 derajat celcius.

Sementara itu, untuk kegempaan Gunung Slamet sejak 16 April 2026 hingga 15 Mei 2026, gempa lebih banyak terjadi di bulan April.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, gempa bulan April lebih banyak dibandingkan bulan Mei.

Gempa hembusan di bulan April mencapai 660 kali, low frequency 382 kali, tektonik jauh 7 kali, tremor harmonik 1 kali, dan tremor menerus amplitudo 0,5 mm-1,5 mm dengan dominasi 1 mm.

"Aktivitas kegempaan Gunung Slamet terus menurun," kata Sumedi.

Untuk kegempaan di bulan Mei, lanjut dia, gempa hembusan 7 kali, gempa low frequency 118 kali, gempa tektonik jauh 15 kali, dan tremor menerus amplitudo 0,5 mm-1,5 mm dengan dominasi 0,5 mm.

"Gempa didominasi gempa hembusan dan low frequency. Masyarakat dihimbau untuk tenang, waspada dan mengikuti informasi resmi PVMBG," katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait